Akankah Jalan Sumbawa di Blora Menjadi Jalan Pramoedya Ananta Toer?

Akankah Jalan Sumbawa di Blora Menjadi Jalan Pramoedya Ananta Toer?

  • 2017-06-30 17:01:36
  • 1260

Seperti kita ketahui, PRAMOEDYA dilahirkan di Blora pada 1925 sebagai anak sulung dalam keluarganya. Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya berdagang nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Rumah masa kecil Pramoedya Ananta Toer, tempat sekarang berdiri Perpustakaan Pataba berada di Jl. Pramoedya Ananta Toer (Ex. Jl. Sumbawa) No. 40, RT.01/01 Jetis, Blora.

Membaca alamat Pataba Press tersebut yang pertama kali saya temukan di buku Dunia Samin karya Soesilo toer membuat saya bertanya-tanya
"Akankah Jalan Sumbawa di Blora Akan Menjadi Jalan Pramoedya Ananta Toer?"

Mungkin berita atau wacana atau usulan tersebut sudah beredar lama di Blora dan juga di kalangan pengagum Pramoedya, tapi bagi saya itu adalah informasi baru (nggak update banget ya). Dan menurut saya wacana penggantian nama jalan tersebut merupakan hal yang bagus karena untuk mengenang pengarang kelahiran Blora tersebut. Dan jika nanti jalan Sumbawa menjadi jalan Pramoedya Ananta Toer, berarti jalan tersebut telah mengalami penggantian nama sebanyak dua kali karena sampai tahun 1949 jalan tersebut masih bernama jalan Pemotongan (sebelum bernama jalan Sumbawa).
Asyik kali ya ber-foto dengan latar belakang plang bertuliskan "Jl. Pramoedya Ananta Toer" heuheuheuheu

Siapakah Pramoedya?
Semasa hidupnya, Pram, demikian dia disapa, menulis berbagai novel, cerita, jurnal, dan kronik sejarah. Dia kerap mengkritik pemerintah melalui karya-karyanya, sehingga kerap bersinggungan dengan penguasa di masanya.
Pemerintah Belanda, di masa masih menjajah Indonesia, pernah memenjarakan Pram. Rezim Soekarno pun tak akur dengan Pramoedya Ananta Toer. Begitu pula rezim Soeharto yang menyensor berbagai tulisannya, menudingnya sebagai komunis, hingga memenjarakannya di Pulau Buru selama 30 tahun.

Di antara banyak karya tulis Pramoedya, satu yang paling terkenal, bahkan hingga ke mancanegara, adalah Tetralogi Buru.
Tetralogi Buru sendiri merupakan novel yang terdiri dari empat judul, yakni Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Ceritanya berkutat pada kehidupan Minke, nama lain dari Raden Mas Tirto Adhi Soerjo, yang dianggap sebagai tokoh pers dan kebangkitan nasional Indonesia.

R.M. Tirto Adhi Soerjo sendiri adalah Bapak pers kelahiran Blora yang telah menerima gelar pahlawan nasional dari Presiden SBY pada hari pahlawan 10 November 2006.
Kenal???

SHARE:

Comments

Recent Posts

Mengenal Keberadaan Suku Samin di Blora

Mengenal Keberadaan Suku Samin di Blora

Blora selain di sebut kota sate atau kota jati, ternyata memiliki sekelomok penduduk yang unik yaitu suku Samin. Bermula dari latar blakang gerakan Samin secara historis muncul pada tahun 1890, ketika

LEGENDA NAYA GIMBAL

LEGENDA NAYA GIMBAL

Nama Naya Gimbal bukanlah nama sebenarnya. Nama sebenarnya adalah Sentika. Kata Naya diambil dari nama induk pasukan laskar Diponegoro. Sebagaimana diketahui, laskar prajurit

ASAL MULA NAMA DESA BRABOWAN, BITING, DAN GAGAKAN

ASAL MULA NAMA DESA BRABOWAN, BITING, DAN GAGAKAN

Alkisah, pada zaman dahulu kala sekitar abad XV, ada sebuah desa yang terkenal dengan nama Desa Senori. Di desa tersebut hidup seorang tokoh sakti bernama Ki Gede Senori. Karena

ASAL MULA CEPU

ASAL MULA CEPU

Diceritakan sejak pusaka Pajang hilang, Pangeran Benawa mengutus saudara-saudaranya untuk mencarinya sampai ditemukan. Ia begitu risau dengan hilangnya pusaka peninggalan ayahnya

Masyarakat Samin

Masyarakat Samin

Masyarakat Samin adalah keturunan para pengikut Samin Soerontiko yang mengajarkan sedulur sikep, dimana dia mengobarkan semangat perlawanan terhadap Belanda dalam bentuk lain di luar kekerasan. Sedulur

LEGENDA KUDA GAGAK RIMANG

LEGENDA KUDA GAGAK RIMANG

Kuda Gagak Rimang adalah kuda tunggangan andalan Arya Penangsang. Menurut cerita tutur yang berkembang di lingkungan masyarakat Kabupaten Blora, khususnya di sekitar wilayah

LEGENDA PUNDEN JANJANG

LEGENDA PUNDEN JANJANG

Legenda Punden Janjang terkait dengan kisah perjalanan Pangeran Jati Kusuma dan Pengeran Jati Kuswara dalam pengembaraannya    mencari    pusaka