LEGENDA ARYA PENANGSANG

LEGENDA ARYA PENANGSANG

  • 2018-07-24 22:18:07
  • 602

Arya Penangsang merupakan seorang keturunan Raja Demak, yakni cucu Sultan Trenggono, Raja Demak yang berkuasa
pada tahun 1521—1546 M. Arya Penangsang merupakan putra dari anak tertua Sultan Trenggono. Sultan Trenggono mangkat pada tahun 1546 M, pada saat melakukan ekspedisi ke Panarukan. Sepeninggal Sultan Trenggono suasana di Demak menjadi tidak kondusif. Terjadi perebutan kekuasaan hingga jatuh banyak korban di lingkungan keluarga istana. Korban pertama adalah Pangeran Seda Ing Lepen, putra tertua Sultan Trenggono. Pangeran Seda Ing Lepen merupakan ayah Arya Penangsang yang dibunuh atas perintah Pangeran Prawata, yaitu Putra kedua Sultan Trenggono.
Sepeninggal Pangeran Seda Ing Lepen, Pangeran Prawata menjadi anak laki-laki tertua Sultan Trenggono, sehingga dialah yang berhak naik takhta menggantikan kedudukan sang ayah menjadi Raja Demak. Anak Pengeran Seda Ing Lepen bernama Arya Penangsang tidak terima atas kematian ayahnya. Diliputi dendam membara, Arya Penangsang menuntut balas atas kematian ayahnya. Dia membunuh Sunan Prawata beserta istrinya. Selain itu, Arya Penangsang juga membunuh pamannya yang tinggal di Kalinyamat (daerah Jepara) yang dikenal dengan nama Pangeran Kalinyamat.
Setelah membunuh Sunan Prawata dan Pangeran Kalinyamat, Arya Penangsang menjadi keturunan laki-laki tertua Sultan Trenggono. Dengan demikian, dia berhak kembali atas tahta Kerajaan Demak. Namun, kenyataan tersebut tidak lantas membuat Arya Penangsang menjadi lega karena sepeninggal Sunan Prawata pihak kerajaan tidak menunjuknya untuk menduduki tahta kerajaan. Seseorang yang ditunjuk untuk menduduki tahta Kerajaan Demak adalah Pengeran Kediri atau Pangeran Pangiri. Ia merupakan anak laki-laki Pangeran Seda Ing Lepen yang berarti saudara Arya Penangsang. Namun, kedudukan Pangeran Kediri atau Pangeran Pangiri sebagai Raja Demak hanya semacam simbolis saja. Hal ini dikarenakan Kerajaan Demak masih dianggap labil sepeninggal Sultan Trenggono. Oleh karena itu, dalam mengatur jalannya pemerintahan masih di bawah perlindungan Sultan Pajang.
Menurut cerita tutur Jawa, Arya Penangsang menjadi adipati, yang menguasai wilayah Jipang Panolan. Arya Penangsang juga disebut dengan nama Arya Jipang. Sebagaimana diketahui, Jipang dan Panolan adalah dua nama tempat yang berbeda yang kini berada di wilayah Kabupaten Blora. Dengan begitu dapat diartikan bahwa Arya Penangsang adalah penguasa di dua wilayah tersebut sekaligus yang merupakan wilayah bawahan Kerajaan Demak.
Arya Penangsang akhirnya dikalahkan oleh Jaka Tingkir, menantu Sultan Trenggono yang menjadi adipati di Pajang. Kekalahan Arya Penangsang ini sudah direncanakan oleh bibinya sendiri, yakni Ratu Kalinyamat. Jaka Tingkir menyerang Arya Penangsang atas permintaan Ratu Kalinyamat yang merasa sakit hati kerena Arya Penangsang telah membunuh suaminya. Dalam riwayat dinyatakan bahwa Ratu Kalinyamat bersumpah atas nama suaminya, yakni selama pembunuh suaminya masih berada di muka bumi, dia akan terus melakukan tapa wuda 'bertapa dengan tidak mengenakan busana'. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kematian suaminya. Dia benar-benar tidak mengenakan selembar kain pun, melainkan menutupi tubuhnya hanya dengan rambutnya yang panjang tergerai.
Keberhasilan Jaka Tingkir mengalahkan Arya Penangsang sebenarnya bukan mutlak keberhasilan pribadi. Jaka Tingkir dibantu oleh Ki Ageng Pemanahan dan Sutawijaya. Sutawijaya merupakan anak Ki Ageng Pemanahan yang sudah diangkat oleh Jaka tingkir. Atas jasanya tersebut, Ki Ageng Pemanahan dan Sutawijaya diberi hadiah berupa lahan hutan yang bernama Hutan Mentao. Hutan tersebut pada perkembangannya dibuka dan kelak menjadi kerajaan besar bernama Mataram di bawah kekuasaan Sutawijaya yang bergelar Panembahan Senopati.
Berkat kemenangannya atas Arya Penangsang, Jaka Tingkir mengubah wilayah tempat tinggalnya di Pajang menjadi ibu kota kerajaan. Dia juga mengangkat dirinya sebagai raja dengan gelar Sultan Hadiwijaya. Kemudian, di bawah kepemimpinannya, Demak diubah menjadi ibu kota daerah. Sepeninggal Arya Penangsang, wilayah Jipang Panolan diambil alih oleh Sultan Hadiwijaya yang kemudian diserahkan kepada putranya yang bernama Pangeran Benawa.
Pada saat Mataram tumbuh menjadi sebuah kerajaan yang semakin besar,Sultan Pajang mengkhawatirkan kebesaran Mataram akan mengancam keberadaan Kerajaan Pajang. Oleh karena itu, Raja Pajang berusaha memperingatkan Raja Mataram, yaitu Panembahan Senopati atau Sutawijaya yang sudah diangkatnya sebagai anak. Namun, Panembahan Senopati tidak menghiraukan peringatan dari Raja Pajang tersebut. Hal ini menyebabkan pecahnya perang terbuka antara Kerajaan Pajang dan Kerajaan Mataram.
Pasukan Pajang tidak berhasil mengalahkan bala tentara Mataram. Hal ini disebabkan pasukan Mataram dibantu oleh pasukan makhluk halus, yakni anak buah ratu jin penguasa Laut Selatan. Sultan Hadiwijaya tidak terima dengan kekalahan yang dialami pasukan Kerajaan Pajang. Ia merasa sedih dan jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Sepeninggal Sultan Hadiwijaya, Kerajaan Pajang beserta seluruh wilayah bawahannya jatuh ke tangan kekuasaan Mataram, termasuk wilayah Kadipaten Jipang Panolan.

SHARE:

Comments

Recent Posts

Akankah Jalan Sumbawa di Blora Menjadi Jalan Pramoedya Ananta Toer?

Akankah Jalan Sumbawa di Blora Menjadi Jalan Pramoedya Ananta Toer?

Seperti kita ketahui, PRAMOEDYA dilahirkan di Blora pada 1925 sebagai anak sulung dalam keluarganya. Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya berdagang nasi. Nama asli

Samin, Dulu Dihinakan, Sekarang Dikudang-kudang

Samin, Dulu Dihinakan, Sekarang Dikudang-kudang

Terlepas dari sejarah dan asal-usul Samin, dulu saat saya masih SMP, sekitar tahun 98-an (lulusan tuwo

MAKAM PURWA RUCI

MAKAM PURWA RUCI

Legenda makam Purwa Ruci berawal dari keributan yang terjadi di Tulungagung. Pada saat keributan terjadi, ada seorang bangsawan bernama Wonoboyo atau 'Derkuku Mas' melarikan

ASAL MULA CEPU

ASAL MULA CEPU

Diceritakan sejak pusaka Pajang hilang, Pangeran Benawa mengutus saudara-saudaranya untuk mencarinya sampai ditemukan. Ia begitu risau dengan hilangnya pusaka peninggalan ayahnya

ASAL-USUL BLORA

ASAL-USUL BLORA

Blora merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang letaknya berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur. Cerita asal-usul Blora ini memiliki banyak versi. Berbagai versi tersebut

Blora itu mana?

Blora itu mana?

menurutku, jawaban paling tepat jika ditanya "Blora itu mana?" adalah perbatasan jawa tengah - jawa timur tapi Blora ikut jawa tengah. hehehehehe

LEGENDA KUDA GAGAK RIMANG

LEGENDA KUDA GAGAK RIMANG

Kuda Gagak Rimang adalah kuda tunggangan andalan Arya Penangsang. Menurut cerita tutur yang berkembang di lingkungan masyarakat Kabupaten Blora, khususnya di sekitar wilayah