LEGENDA KYAI BALUN

LEGENDA KYAI BALUN

  • 2018-07-27 15:34:02
  • 1033

Kyai Balun merupakan sebutan untuk Pangeran Anom atau Pangeran Panjaringan. Pada cerita sebelumnya disebutkan bahwa pusaka keramat Kadipaten Jipang Panolan yang hilang berhasil ditemukan oleh para pangeran. Para pangeran yang menemukan pusaka tersebut memutuskan  untuk tidak kembali ke Panolan. Pangeran-pangeran tersebut memutuskan bermukim di daerah lain (daerah yang dilewati ketika mencari pusaka yang hilang). Beberapa desa yang dijadikan tempat bermukim para pangeran tersebut adalah Desa Trisinan dan Desa Giyanti. Hal tersebut dilakukan karena para pangeran itu mendengar kabar bahwa sepeninggal mereka mencari pusaka, Pangeran Benawa kurang mendapatkan simpati masyarakat dalam pemerintahannya karena dianggap kurang bijaksana.
Pangeran Giri Kusuma memerintah Pangeran Anom untuk memata-matai Kadipaten Jipang Panolan dari sebelah barat. Untuk melancarkan titah itu Pangeran Anom melepas busana kesatrinya dan berganti pakaian layaknya orang kebanyakan. Busana kesatria Pangeran Anom ditanam di bawah pohon beringin di sebelah timur Desa Giyanti. Tempat pakaian Pangeran Anom ditanam kemudian disebut dengan nama Desa Ringin Anom. Setelah menanam baju kesatrianya, Pangeran Anom pergi ke arah Barat Laut Panolan dan memutuskan bermukim di Gunung Kedinding. Di tempat tersebut ia bertapa sembari melihat keadaan Kadipaten Jipang Panolan.
Pada suatu ketika Pangeran Anom menginginkan pergi ke arah timur agar dapat lebih dekat mengawasi daerah kekuasaan Pangeran Benawa. Bahkan, ia mengganti namanya menjadi Pangeran Panjaringan. Sesampainya di Desa Balun, sang pangeran bertemu dengan seorang gadis yang menurut penduduk setempat sangat misterius. Gadis tersebut kadang-kadang kelihatan, kadang-kadang tidak dalam bahasa Jawa dikatakan cat katon cat ora. Singkat cerita, gadis misterius yang bernama Rara Sekar tersebut diperistri oleh Pangeran Anom atau Pangeran Penjaringan.

Selanjutnya Pangeran Panjaringan menetap di desa tersebut dan menjadi kyai yang berjuluk Kyai Balun karena badannya yang sangat kurus sehingga terlihatlah tulang belulangnya atau dalam bahasa Jawa disebut balung. Adapun tempat Rara Sekar ditemukan dinamakan "Balun Sri Katon".
Kyai Balun dan istrinya sama-sama memiliki daya linuwih atau kesaktian yang mumpuni. Desa yang mereka tempati pada akhirnya dinamakan Desa Balun. Rakyat hidup rukun tenteram dan bersahaja di bawah kepemimpinan Kyai Balun dan istrinya yang murah hati dan bijaksana. Mereka sangat mencintai Kyai Balun dan istrinya tersebut. Bahkan, demi kemajuan masyarakat desa yang dipimpinnya, Kyai Balun dan istrinya mendirikan sebuah padepokan tempat masyarakat belajar beraneka macam ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan mereka.

SHARE:

Comments

Recent Posts

ASAL MULA NAMA DESA BRABOWAN, BITING, DAN GAGAKAN

ASAL MULA NAMA DESA BRABOWAN, BITING, DAN GAGAKAN

Alkisah, pada zaman dahulu kala sekitar abad XV, ada sebuah desa yang terkenal dengan nama Desa Senori. Di desa tersebut hidup seorang tokoh sakti bernama Ki Gede Senori. Karena

LEGENDA DESA WATU BREM (TU-BREM)

LEGENDA DESA WATU BREM (TU-BREM)

Alkisah, pada saat masih zamannya penggede di Desa Pojok Watu (Desa Tu-Brem) hiduplah seorang penggede (kepala perampok) bernama Malang Sudiro. Suatu saat ia bermaksud mengawinkan

ASAL-USUL DESA SAMBONG

ASAL-USUL DESA SAMBONG

Kekalahan pasukan Kadipaten Jipang Panolan oleh pasukan dari Kadipaten Pajang mengakibatkan pendudukan wilayah Jipang oleh orang Pajang. Adapun yang kemudian menduduki Kadipaten

Butuh Lapangan Pekerjaan Luas

Butuh Lapangan Pekerjaan Luas

minimnya lapangan pekerjaan di kabupaten Blora memaksa kebanyakan pemudanya untuk merantau ke daerah atau kota lain guna mencari pekerjaan. semoga kedepannya pemerintah bergerak

ASAL MULA CEPU

ASAL MULA CEPU

Diceritakan sejak pusaka Pajang hilang, Pangeran Benawa mengutus saudara-saudaranya untuk mencarinya sampai ditemukan. Ia begitu risau dengan hilangnya pusaka peninggalan ayahnya

LEGENDA KUDA GAGAK RIMANG

LEGENDA KUDA GAGAK RIMANG

Kuda Gagak Rimang adalah kuda tunggangan andalan Arya Penangsang. Menurut cerita tutur yang berkembang di lingkungan masyarakat Kabupaten Blora, khususnya di sekitar wilayah

Sampai Jumpa Sego Pecel

Sampai Jumpa Sego Pecel

Beriring lewatnya hari idul fitri, maka usai sudah moment mudik. saatnya kembali lagi ke kota, kembali ke rutinitasnya masing-masing atau disebut merantau. saat moment

LEGENDA MALING GENTHIRI

LEGENDA MALING GENTHIRI

Pada zaman dahulu tersebutlah seorang tokoh bernama Ki Ageng Pancuran. Ia mempunyai dua orang putra laki-laki bernama Maling Kondang dan Maling Kopa. Ketika mulai menginjak