LEGENDA KYAI BALUN

LEGENDA KYAI BALUN

  • 2018-07-27 15:34:02
  • 965

Kyai Balun merupakan sebutan untuk Pangeran Anom atau Pangeran Panjaringan. Pada cerita sebelumnya disebutkan bahwa pusaka keramat Kadipaten Jipang Panolan yang hilang berhasil ditemukan oleh para pangeran. Para pangeran yang menemukan pusaka tersebut memutuskan  untuk tidak kembali ke Panolan. Pangeran-pangeran tersebut memutuskan bermukim di daerah lain (daerah yang dilewati ketika mencari pusaka yang hilang). Beberapa desa yang dijadikan tempat bermukim para pangeran tersebut adalah Desa Trisinan dan Desa Giyanti. Hal tersebut dilakukan karena para pangeran itu mendengar kabar bahwa sepeninggal mereka mencari pusaka, Pangeran Benawa kurang mendapatkan simpati masyarakat dalam pemerintahannya karena dianggap kurang bijaksana.
Pangeran Giri Kusuma memerintah Pangeran Anom untuk memata-matai Kadipaten Jipang Panolan dari sebelah barat. Untuk melancarkan titah itu Pangeran Anom melepas busana kesatrinya dan berganti pakaian layaknya orang kebanyakan. Busana kesatria Pangeran Anom ditanam di bawah pohon beringin di sebelah timur Desa Giyanti. Tempat pakaian Pangeran Anom ditanam kemudian disebut dengan nama Desa Ringin Anom. Setelah menanam baju kesatrianya, Pangeran Anom pergi ke arah Barat Laut Panolan dan memutuskan bermukim di Gunung Kedinding. Di tempat tersebut ia bertapa sembari melihat keadaan Kadipaten Jipang Panolan.
Pada suatu ketika Pangeran Anom menginginkan pergi ke arah timur agar dapat lebih dekat mengawasi daerah kekuasaan Pangeran Benawa. Bahkan, ia mengganti namanya menjadi Pangeran Panjaringan. Sesampainya di Desa Balun, sang pangeran bertemu dengan seorang gadis yang menurut penduduk setempat sangat misterius. Gadis tersebut kadang-kadang kelihatan, kadang-kadang tidak dalam bahasa Jawa dikatakan cat katon cat ora. Singkat cerita, gadis misterius yang bernama Rara Sekar tersebut diperistri oleh Pangeran Anom atau Pangeran Penjaringan.

Selanjutnya Pangeran Panjaringan menetap di desa tersebut dan menjadi kyai yang berjuluk Kyai Balun karena badannya yang sangat kurus sehingga terlihatlah tulang belulangnya atau dalam bahasa Jawa disebut balung. Adapun tempat Rara Sekar ditemukan dinamakan "Balun Sri Katon".
Kyai Balun dan istrinya sama-sama memiliki daya linuwih atau kesaktian yang mumpuni. Desa yang mereka tempati pada akhirnya dinamakan Desa Balun. Rakyat hidup rukun tenteram dan bersahaja di bawah kepemimpinan Kyai Balun dan istrinya yang murah hati dan bijaksana. Mereka sangat mencintai Kyai Balun dan istrinya tersebut. Bahkan, demi kemajuan masyarakat desa yang dipimpinnya, Kyai Balun dan istrinya mendirikan sebuah padepokan tempat masyarakat belajar beraneka macam ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan mereka.

SHARE:

Comments

Recent Posts

Mig33 Blora

Mig33 Blora

Akhir-akhir iki lagi usum #10yearschallenge 2009 - 2019.
Lha kebeneran tahun 2009 kuwi nek gak salah lagi rame-ramene mig33 neng mbloRO.
Ndelalah kae yo pernah ngumpulke poto-potone

Blora Dari Kejauhan

Blora Dari Kejauhan

Sebelum saya merantau ke luar dari blora, saya merasa blora hanyalah kota mati. tapi setelah saya merantau, ternyata blora adalah kota yang sangat hidup, kota yang selalu

Kali Lusi Blora Tahun 80an

Kali Lusi Blora Tahun 80an

Tapi bila hujan mulai turun, dan gunung-gunung di hutan diliputi mendung, dan matahari tak juga muncul dalam empatpuluh atau limapuluh jam, air yang kehijau-hijauan itu berubah

Cerita Dari Blora

Cerita Dari Blora

Blora adalah kota kecil di jawa tengah. Tapi, dari kota kecil inilah lahir sebuah karya yang besar yaitu buku "CERITA DARI BLORA" karya Pramoedya Ananta Toer. sebagai warga

Masyarakat Samin

Masyarakat Samin

Masyarakat Samin adalah keturunan para pengikut Samin Soerontiko yang mengajarkan sedulur sikep, dimana dia mengobarkan semangat perlawanan terhadap Belanda dalam bentuk lain di luar kekerasan. Sedulur

Bloraku

Bloraku

Dari tempat berjauhan ingin kembali ke kampung halaman Rindu akan sejuknya suasana ,makanannya dan yang pasti keluarga tercinta Terlalu indah untuk dilupakan

Blora Kota Sastra

Blora Kota Sastra

Blora kota yg layak untuk dijuluki kota sastra, semoga pemkab blora berkenan hati membangun perpustakaan besar sastra dg mengoleksi buku2 sastra karya sang maestro, sbg perwujudan

Blora Tercinta

Blora Tercinta

Katanya blora itu kecil tapi isinya banyak. Ada Pak Pramoedya, Samin, minyak bumi, jati, batik, barongan, lontong tahu dan yang pasti satenya yang paling uenak tenan