Sampai Jumpa Sego Pecel

Sampai Jumpa Sego Pecel

  • 2017-07-02 23:48:20
  • 1145

Beriring lewatnya hari idul fitri, maka usai sudah moment mudik. saatnya kembali lagi ke kota, kembali ke rutinitasnya masing-masing atau disebut merantau.
saat moment mudik kemarin para ngapain banyak yang mencari sego pecel sebagai obat kangen akan kota Blora. bisa dikatakan sego pecel menjadi salah satu makanan yang paling diminati saat mudik kemarin.  ketika saya mencoba mencari sego pecel di selatan alun-alun kota blora, tepatnya dibawah eks gedung bioskop mustika, warung-warung sego pecel sudah pada kehabisan. Jangan salah, ngono-ngono lah Blora mbiyen tau ono bioskop. Dulu ada dua gedung bioskop, mustika dan garuda. Jadi, dulu itu orang-orang Blora kalau pacaran bisa sambil nonton bioskop, tapi jangan harap pacaran karo ndelok bioskop neng kono bakal romantis, lha piye, lha wong tinggine guedhi-guedhi, karepe pacaran ndelok bioskop ben romantis malah gatelen bokonge hahahaha. nek kuwe tau ngrasake ndelok bioskop neng MblorO berarti kuwe wes tuwo. kudune kowe yo wes rabi hahahahaha

Kembali ke sego pecel.
Saya juga kurang tahu mengapa sego pecel menjadi makanan yang harus dinikmati saat mudik ke Blora selain sate Blora yang sudah melalang buana ke tuju benua. Dan sego pecel ini harusnya juga menerima nobel makanan yang bisa disajikan kapan saja. mau disajika pagi, siang, sore, malam dan tengah wengi juga cocok.

Semoga sego pecel bukan hanya sebagai obat kangen akan Blora, tapi juga sebagai pengingat kita dari mana kita berasal.
kita berasal dari sego pecel, jangan lupakan sego pecel.
Sebagaimana kita berasal dari Blora, maka jangan lupakan Blora.

Jas Kucel, Jangan Sekali-Sekali Melupakan Sego Pecel. (di pas-pas no wae).

Sampai Jumpa Sego Pecel.

SHARE:

Comments

Recent Posts

Butuh Lapangan Pekerjaan Luas

Butuh Lapangan Pekerjaan Luas

minimnya lapangan pekerjaan di kabupaten Blora memaksa kebanyakan pemudanya untuk merantau ke daerah atau kota lain guna mencari pekerjaan. semoga kedepannya pemerintah bergerak

LEGENDA DESA WATU BREM (TU-BREM)

LEGENDA DESA WATU BREM (TU-BREM)

Alkisah, pada saat masih zamannya penggede di Desa Pojok Watu (Desa Tu-Brem) hiduplah seorang penggede (kepala perampok) bernama Malang Sudiro. Suatu saat ia bermaksud mengawinkan

Blora Tercinta

Blora Tercinta

Katanya blora itu kecil tapi isinya banyak. Ada Pak Pramoedya, Samin, minyak bumi, jati, batik, barongan, lontong tahu dan yang pasti satenya yang paling uenak tenan

Akankah Jalan Sumbawa di Blora Menjadi Jalan Pramoedya Ananta Toer?

Akankah Jalan Sumbawa di Blora Menjadi Jalan Pramoedya Ananta Toer?

Seperti kita ketahui, PRAMOEDYA dilahirkan di Blora pada 1925 sebagai anak sulung dalam keluarganya. Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya berdagang nasi. Nama asli

Asal-Usul Desa Nglorok, Turi, Semampir, Tinggil dan Besah

Asal-Usul Desa Nglorok, Turi, Semampir, Tinggil dan Besah

Cerita ini merupakan legenda yang menceritakan asal usul lima nama desa di Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Legenda ini berawal ketika Perang Diponegoro selesai dengan ditangkapnya

ASAL MULA CEPU

ASAL MULA CEPU

Diceritakan sejak pusaka Pajang hilang, Pangeran Benawa mengutus saudara-saudaranya untuk mencarinya sampai ditemukan. Ia begitu risau dengan hilangnya pusaka peninggalan ayahnya

ASAL-USUL DESA SAMBONG

ASAL-USUL DESA SAMBONG

Kekalahan pasukan Kadipaten Jipang Panolan oleh pasukan dari Kadipaten Pajang mengakibatkan pendudukan wilayah Jipang oleh orang Pajang. Adapun yang kemudian menduduki Kadipaten