Hachi

  • 2017-06-21 00:08:13
  • 746

Bila hati ini mungkin bisa di wakili oleh sebuah tempat, misal kan rumah.
Rumah yang telah kau tinggalkan.
Rumah yang segala perabotannya berantakan walaupun tanpa sedikitpun kau buat berantakan.

Rumah yang akan tetap aku bangun walaupun tanpa ada dirimu.
Bukan, bukan aku bangun untuk ditinggali orang lain, tapi akan aku bangun lebih nyaman jika nanti kamu datang kembali. Jika nanti.
Yang akan tetap aku bangun walaupun sebenarnya aku tak tahu akan aku bangun seperti apa.

Di depan rumah akan aku tanam sebuah tanaman.
Bukan tanaman bunga anggrek yang selalu menyombongkan keindahannya.
Juga bukan bunga mawar atau melati atau sejenisnya yang selalu tebar pesona dengan keharumannya.
Tapi, akan aku tanam pohon yang sederhana, pohon waru.
Pohon yang mempunyai daun bebrbentuk lambang hati.

Di bawah pohon itulah aku berada.
Aku, seekor anjing bernama Hachi.
Hachi yang selalu menunggu tuannya kembali tanpa menyadari bahwa tuannya tak akan pernah kembali.

SHARE:

Comments

Recent Posts

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (TUJUH BELAS - SELESAI)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (TUJUH BELAS - SELESAI)

Malam hitam membentang diwarnai jutaan bintang yang meneteskan embun bagai langit menitikan air mata membasahi semesta. Keheningan mencekam seolah-olah menidurkan rerumputan

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (EMPAT BELAS)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (EMPAT BELAS)

Badai gurun menggemuruh dahsyat bagaikan iring-iringan barisan raksasa berkejaran sambung-menyambung, melonjak, menggulung, menghentak-hentak, mengaduk-aduk, dan menghempas

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (ENAM BELAS)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (ENAM BELAS)

Sebuah perjalanan melintasi semesta ruhani adalah sebuah rentangan pengalaman menakjubkan yang sangat fantastis jika dipikir dengan nalar. Sebab segala sesuatu yang tergelar

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (SEMBILAN)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (SEMBILAN)

Malam sudah agak larut ketika saya kembali dan mendapati Ashok masih menjerang airuntuk membuatkan kopi Tuan Arvind. Sepengetahuan saya, Ashok sepertinya tidak pernah

Diamput, Sepatuku Ilang ndhuk Mejid

Diamput, Sepatuku Ilang ndhuk Mejid

Dening: Suparto BrataDiamput! Sepatuku ilang ndhuk mejid. Iki gara-gara sholat Jumat ndhuk mejid enyar cedhake kantorku. Diamput, ejik enyar wis nggawa korban!

Percayakah Kau Padaku?

Percayakah Kau Padaku?

Cerita ini diambil dari salah satu cerita pendek pada buku "Sepotong Hati Yang Baru" dengan judul "Percayakah Kau Padaku?" yang ditulis oleh Tere Liye.__________________

Tidak Ada Newyork Hari Ini

Tidak Ada Newyork Hari Ini

Setelah 9 tahun merantau ke Newyork, Rahwana akhirnya memutuskan untuk mudik ke kampung halamannya, tepatnya di kecamatan Alengka kabupaten Blora.Suatu pagi sehari sebelum

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (EMPAT)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (EMPAT)

"KALAU MAU MENCARI ALLAH, BELAJARLAH DARI IBLIS!"Seperti ledakan halilintar bisikan misterius itu menggedor otak dan dada saya yang membuat seluruh jaringan darah di