Lebaran 2011ku

  • 2011-09-05 23:13:00
  • 2214

pengalaman itu tak selamanya menjadi guru yang terbaik. Pagi-pagi pulang dari kerja aku langsung ke stasiun gambir untuk membeli tiket kereta buat mudik, tapi ternyata semua tiket sudah habis. ternyata pemesanan tiket sudah di buka 40 hari sebelum tanggal keberangkatan padahal tahun-tahun seebelumnya di buka 30 hari sebelum tanggal keberangkatan. perjuanganku untuk mudik lebaran menggunakan kerete sia-sia. Dan akhirnya aku menggunakan bis jurusan semarang, karena untuk mendapatkan bis yang jurusan blora juga sudah susah. Tau sendiri kan bagaimana macetnya lebaran kalau menggunakan bis atau jalur darat huhuhu....

26/08/2011
akhhirnya tanggal mudik telah tiba, pulang kerja jam 8 malam langsung cap cus berangkat mudik. kira-kira jam 9 malam bis berangkat. Perkiraan dari teman-teman sampai semarang jam 12 siang ternyata adanya keslalahan teknis, nyampe semarang jam 7an maghrib.
"sudah nggak ada bis ke blora", pikirku dalam hati. Akhirnya aku bersama Lulus memutuskan untuk menginap di semarang dan keesokan harinya aku melanjutkan perjalanan mudik ke blora, dan lulus ke bojonegoro. Hanya kami berdua yang bukan dari semarang karena dalam rombongan bis tu kebanyakan dari semarang.
"karena arah penggaron macet, jadi bis berakhir di terminal terboyo", kata salah satu penumpang.
Arghhhhh mau kemana coba? Soalnya yang aku tahu di semarang hanya terminal penggaron. Setelah tanya-tanya ternyata ada 2 orang yang mau ke penggaron, untuk amannya kami ikut naik angkot bareng mereka ke arah penggaron. Setelah tanya-tanya tentang penginapan yang dekat penggaron ternyata kata mereka tidak ada, akhirnya lulus menyarankan untuk turun di simpang lima sekalian jalan-jalan.
"simpang lima mas"
"singpang lima yang mananya mas?", tanya kenek angkot
"simpanglima"
"iya, simpang limanya yang mana?", tanya kenek angkot lagi
"ya udah sini aja", jawaban asal-asalan karena nggak tau mau turun dimana, taunya cuma simpang lima :p
"berapa mas 2 orang?", tanya lulus ke kenek
"40 ribu", jawab keneknya
"hah.. kok mahal mas?"
"kan ini bis penggaron mas", jawab kenek dengan muka bingung mencari alasan.
akhirnya kami kasih aja daripada ribet-ribet.

setelah turun di simpang lima kami mencari penginapan yang murah dengan menggunakan jasa tukang becak. Akhirnya kami tiba di penginapan di daerah kauman depan masjid agung 1 (kata tukang becak). Hahahaha dapat penginapan 50ribu semalem dengan kamar mandi di dalam. Mandi bentar terus naik becak lagi muter-muter awul-awul simpang lima, makan bakso minum wedang ronde, capek, balik ke penginapan naik becak lagi Laughing.

mungkin gara-gara kecapekan naek bis jadi tidur kepulesan sampai bangun kesiangan dan gak sahur. Padahal rencana kami mau naik kereta jam 5 pagi, tapi ternyata kami bangun jam 8 Tongue out jadinya naik bis deh.
Wow . . . kaget pas keluar dari penginapan ternyata di depan penginapan, tempat buat jualan ayam :D jadi jalannya harus angkat kaki tinggi-tinggi biar gak nginjek *** ayam Sealed
akhirnya naik juga bis jurusan penggaron, lumayan jauh juga perjalanan kira-kira ada 30menitan. Pas nyampe penggaron langsung dapat bis yang kata makelarnya jurusan blora, eh pas udah naik, kata kondekturnya cuma nyampe purwodadi .. dasar Yell
pas di purwodadi gara-gara keasyikan ngobrol ma lulus nggak taunya bis jurusan sudah lewat. Ujuk-ujuk mak bedunduk ada tukang ojek nanya
"mau kemana mas?", tanya tukang ojek
"blora mas"
"berapa orang?", tanya tukang ojek lagi
"2 orang mas"
"bis blora baru aja lewat mas paling baru nyampe pasar, ayo saya kejarin 5ribu aja mas 2 orang", tukang ojek ngasih tawaran.
daripada nunggu bis lama lagi akhirnya aku ma lulus menerima tawaran tukang ojek. Dengan bertiga naik motor terjadilah kebut-kebutan mengejar bis. Lewat jalan-jalan kampung walaupun jalan kecil tetep aja ni tukang ojek gas pol .. kayaknya tukang ojek ini mempunyai prinsip "costumer number one" nggak peduli ada anak kecil lagi main di jalan, tin tin tinnnnn ngebunyiin klakson sambil tetep ngebut. Dalam hatiku "bisa-bisa di bacok ma orang kampung sini kalau naik motornya gini" fiuhhhh dan akhirnya kami udah nyampai pasar tapi bisnya malah belum nyampai hahahaha Laughing
setelah nunggu bentar datanglah bis yang ditunggu-tunggu. Lumayan sepi walaupun mendekati hari lebaran. Sambil di iringi musisi jalanan membwakan lagu "ngamen 1" kami mlakukan perjalanan ke blora. Sampai di terminal blora kami langsung naik angkot jurusan cepu, aku turun di jepon dan lulus meneruskan perjalanan :)

30/08/20011
arghhhhh gara-gara lebaran yang menurut kalender jatuh pada hari selasa tanggal 30 di undur menjadi hari rabu tnggal 31, kalau nggak salah pengumunan di undurnya jam 8-9 maleman, membuat planning liburan lebaranku berantakannnnnnn . . . Cry

SHARE:

Comments

Recent Posts

Tidak Ada Newyork Hari Ini

Tidak Ada Newyork Hari Ini

Setelah 9 tahun merantau ke Newyork, Rahwana akhirnya memutuskan untuk mudik ke kampung halamannya, tepatnya di kecamatan Alengka kabupaten Blora.Suatu pagi sehari sebelum

Diamput, Sepatuku Ilang ndhuk Mejid

Diamput, Sepatuku Ilang ndhuk Mejid

Dening: Suparto BrataDiamput! Sepatuku ilang ndhuk mejid. Iki gara-gara sholat Jumat ndhuk mejid enyar cedhake kantorku. Diamput, ejik enyar wis nggawa korban!

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (SEMBILAN)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (SEMBILAN)

Malam sudah agak larut ketika saya kembali dan mendapati Ashok masih menjerang airuntuk membuatkan kopi Tuan Arvind. Sepengetahuan saya, Ashok sepertinya tidak pernah

Kisah Sejarah Gaib Tanah Jawa

Kisah Sejarah Gaib Tanah Jawa

Sejarah awal Pulau Jawa seolah terbungkus oleh misteri, karena sama sekali tidak diketahui keberadaannya oleh dunia sampai pulau ini dikunjungi oleh peziarah dari China, Fa

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (SATU)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (SATU)

"Kalau engkau mau mencari Allah, belajarlah dari iblis!”Bagai kilatan cahaya petir, bisikan misterius itumembentur gugusan telinga batin saya tanpa dapat

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (SEBELAS)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (SEBELAS)

Malam hitam jernih dengan jutaan bintang bertaburan laksana pelita semesta dibentangkan di atas permadani semesta. Dalam hening berjuta-juta wangi mawar menaburi bumi bagai

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (LIMA BELAS)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (LIMA BELAS)

Angin bertiup kencang menaburkan hawa maut ke segenap penjuru bumi. Gelombang samudera menggemuruh dengan suara ombak berdentum-dentum menggempur batu karang yang tegak menjulang

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (SEPULUH)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (SEPULUH)

Matahari bersinar bersih, cahayanya membias putih di batas cakrawala yang berpendar jernih laksana pancaran kristal. Langit biru membentang bagai kubah sebuah masjid. Angin