Rahwana Bukber Dengan Shinta

Rahwana Bukber Dengan Shinta

  • 2016-06-25 16:30:38
  • 1505

Ramadhan dan lebaran selain tentang hal puasa dan mudik juga sebagai pemantik kenangan saat bulan puasa dan lebaran tahun sebelum-sebelumnya. Itulah yang dirasakan Rahwana yang saat ini yang sedang menerawang jauh saat lebaran diundur 1 hari oleh kementrian agama pada tahun 2011 SM. Mungkin banyak juga yang akan mengingat hari itu. Para ibu rumah tangga yang terlanjur memasak opor, anak-anak yang sudah siap-siap melaksanakan takbir keliling dan yang lainnya. Tapi yang diingat Rahwana bukan tetang efek diundurnya hari lebaran saat itu, ada hal lain.

Hari itu, di negara Alengka tepatnya di kecamatan Jepon, Rahwana sedang janjian dengan Shinta di depan minimarket di perempatan jepon, tepatnya dibawah tugu lombok untuk buka bersama. Rahwana bukan penakut atau pengecut untuk tidak menjemput dikediamannya shinta, tapi Rahwana tidak ingin terjadi hal buruk antara pendukung Rahwana dengan pendukung Rama, apalagi saat itu pendukung Rama sedang melakukan pengumpulan KTP untuk menggantikan Rahwana sebagai raja di Alengka. Rama yang menginginkan Alengka keluar dari Uni Eropa, ingin menggantikan Rahwana sebagai raja Alengka. Jadi, akan sangat berbahaya bila Rahwana tidak sembunyi-sembunyi ketemu dengan shinta, apalagi status Shinta yang sudah dilamar oleh Rama.

Dengan bekal membawa helm, Rahwana menanti Shinta ditempat yang dijanjikan dibawah tugu lombok. Saat itu adalah hari puasa terakhir, ksempatan terakhir untuk Rahwana bisa buka bersama dengan Shinta, karena bulan puasa berikutnya, Shinta mungkin sudah menjadi istri Rama. Singkat cerita akhirnya Shinta datang, dengan tersenyum Shinta mempersilahkan Rahwana untuk berada dibelakang setir (bukbernya ini pake motornya yang cewek, janjian ketemu di jalan). Shinta menyarankan buka puasa di rumah makan yang ada menu jus jambunya, entah apa alasannya Shinta, tapi Rahwana tidak mempersoalkan mau di rumah makan mana dan menunya apa, tapi dengan siapa berbuka puasanya itulah yang terpenting.

Seperti kebanyakan cowok pada umumnya, hal yang paling ditakutkan saat buka puasa berdua adalah setelah buka puasa itu sendiri,yaitu Sholat maghrib!. Rahwana berharap sholat maghrib dilakukan secara bergantian dengan dalih yang satu tinggal untuk menjaga barang, tapi Shinta menginginkan untuk berjamaah. Pada saat itu tempat makan sedang sepi, jadi mau tidak mau Rahwana harus menjadi imam. yang dikhawatirkan Rahwana adalah kalau sholat maghrib bacaan sholatnya harus dibaca dengan suara lantang. Rahwana yang bacaan suratnya terbatas, yang sholatnya gangthek-gangthek, yang bahkan saat ujian BBQ untuk syarat kelulusan saat kuliah dulu, rahwana minta di joki-in sama temannya. Dan sekarang Rahwana diminta untuk menjadi imam untuk pertama kalinya yang makmumnya adalah wanita yang dianggap istimewa oleh Rahwana (dun wa sun). Dengan madep manteb akhirnya Rahwana menjadi imamnya Shinta. Dan ketika selesai salam, Rahwana menatap kearah Shinta, dan Shintanya membalas dengan senyumannya. "oh... islam ternyata romantis", dalam hati Rahwana.

"Andai besok masih puasa, mungkin kita masih bisa buka puasa bareng lagi", kata Rahwana dengan nada sedih.
"bagaimana kalau kita ke salon ?", kata shinta untuk mengakhiri bahasan dari Rahwana agar Rahwana tidak sedih.
Rahwana menyetujui keinginan Shinta, toh mungkin saat itu adalah pertemuan terakhir dengan Shinta. Selama perjalanan dari rumah makan menuju ke salon belum begitu banyak terdengar suara takbiran, hanya satu dua mushola yang sudah takbiran. biasanya setelah isyak, takbiran akan terdengar seantero Alengka. Rahwana meminggirkan motornya dan mengecek berita dari HP androidnya, Dan ternyata lebaran diundur sehari dari jadwal yang telah ditentukan. Rahwana girang bukan kepalang mengetahui berita tersebut, bearti masih ada kemungkinan untuk buka puasa bareng Shinta lagi.

Setelah sampai di salon, Rahwana dapat tempat bersebelahan dengan Shinta (salonnya sepi, customernya hanya 2). Mereka bercanda dan kadang sesekali Shinta hanya tersenyum ke arah Rahwana.
"kamu dari alengka ya?", tanya pelayan salon ke Rahwana.
"iya mbak", jawab Rahwana.
"rumah kamu depan bank alengka ya?"
"iya, kok mak tau?"
"lha saya kan biasa main di alengka", jawab pelayan salon.
Ternyata pelayan salon mengenali mereka, dan entah mengapa setelah kejadin itu, banyak berita kalu Rahwana telah menculik Shinta. Atau mungkin itu berita yang dibuat oleh pendukung Rama untuk menggulingkan Rahwana dari raja Alengka. Berita yang akhirnya dijadikan materi di sekolah-sekolah dan di jadikan acuan dalang. Walaupun kisah sebenarnya adalah Rahwana hanya mengajak Shinta untuk buka puasa bersama, bukan menculiknya.

SHARE:

Comments

Recent Posts

Diamput, Sepatuku Ilang ndhuk Mejid

Diamput, Sepatuku Ilang ndhuk Mejid

Dening: Suparto BrataDiamput! Sepatuku ilang ndhuk mejid. Iki gara-gara sholat Jumat ndhuk mejid enyar cedhake kantorku. Diamput, ejik enyar wis nggawa korban!

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (DELAPAN)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (DELAPAN)

Selasa sore seusai sembahyang Ashar, saya langsung melesat ke Jl. Jagannath Shankar Seth dengan mengendarai bus kota. Yang namanya bus kota di mana pun sama, kalau jam kerja

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (TIGA)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (TIGA)

"Kalau mau mencari Allah, belajarlah dari iblis!"Kembali bisikan misterius itu membentur pedalaman saya bagai kilatan halilintar, yang belakangan ini justru semakin sering

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (DUA BELAS)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (DUA BELAS)

Sang bagaskara menyembul dari tirai cakrawala dengan kehangatan cahayanya yang menerobos dedaunan dan menguapkan embun pagi. Bebungaan menebarkan wanginya seolah menyediakan

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (TUJUH BELAS - SELESAI)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (TUJUH BELAS - SELESAI)

Malam hitam membentang diwarnai jutaan bintang yang meneteskan embun bagai langit menitikan air mata membasahi semesta. Keheningan mencekam seolah-olah menidurkan rerumputan

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (TUJUH)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (TUJUH)

Matahari sudah menggelinding sembilan kali di langit Bombay ketika keanehan lelaki tua yang belakangan saya ketahui bernama Chandragupta menerkam jiwa saya. Keanehannya rasanya

Percayakah Kau Padaku?

Percayakah Kau Padaku?

Cerita ini diambil dari salah satu cerita pendek pada buku "Sepotong Hati Yang Baru" dengan judul "Percayakah Kau Padaku?" yang ditulis oleh Tere Liye.__________________

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (ENAM BELAS)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (ENAM BELAS)

Sebuah perjalanan melintasi semesta ruhani adalah sebuah rentangan pengalaman menakjubkan yang sangat fantastis jika dipikir dengan nalar. Sebab segala sesuatu yang tergelar