Tidak Ada Newyork Hari Ini

Tidak Ada Newyork Hari Ini

  • 2016-10-03 21:32:57
  • 1321

Setelah 9 tahun merantau ke Newyork, Rahwana akhirnya memutuskan untuk mudik ke kampung halamannya, tepatnya di kecamatan Alengka kabupaten Blora.Suatu pagi sehari sebelum mudik, saat rahwana stalking facebooknya Shinta, Rahwana dikejutkan oleh status yang ditulis oleh shinta,ternyata hubungan shinta dengan rama sedang renggang karena setelah 9 tahun dilamar oleh rama, shinta ora ndang di rabi-rabi oleh rama.shinta merasa cintanya hanya dipermainkan oleh rama dan shinta merasa 9 tahun lamanya jadi sia-sia, dia berjuang demi cinta tapi tak ada hasilnya. rama adalah lelaki yang dulu merebut shinta dari rahwana.Masih teringat jelas dalam ingatan rahwana di hari saat shinta menerima lamaran dari rama,itulah alasan mengapa rahwana merantau jauh dari alengka ke newyork.dan mungkin ini adalah kesempatan emas rahwana untuk merebut shinta dan memiliki shinta untuk sekali lagi.
 
Saat ini rahwana sudah ada di alengka.dengan menggunakan sepeda motor maticnya, rahwana mencoba menyusuri sepanjang jalan kenangan saat masih bersama shinta.jalan antara alengka dengan blora adalah jalan penuh emosional yang dulu sering dilewati rahwana dengan shinta.jalan yang dulu jelek penuh lubang kini sudah diaspal karena mendapatkan bantuan dana desa. Jalan dan lanskap kota disusuri, romansa pertemuan pun memanggil reaksi kimiawi, dan perasaan-perasaan yang terkubur mampu tumbuh kembali.
"oh shinta,kau yang panas di kening. Kau yang dingin di kenang", gumam rahwana saat melewati jalan itu.
 
Ketika sampai ditaman ayodya, rahwana berhenti sejenak karena taman ini adalah taman dimana rahwana pertama kali bertemu dengan shinta.disinilah mereka memutuskan bertemu untuk pertama kali setelah sekian lama saling mengenal di friendster (dahulukala).9 tahun rahwana di Brooklyn, New York, membuat rahwana pangling akan taman ayodya yang sekarang berubah total, sudah ada kolam renangnya dan sekeliling taman sudah dibangun pagar.setelah puas mengamati taman, rahwana kembali menjalankan motornya pelan-pelan, dan ketika sampai didepan pintu masuk taman ayodya rahwana sangat-sangat terkejut!
"Diamput, saiki taman ayodya jenenge diganti dadi taman tirtonadi!", rahwana kaget ketika mendapati papan di pintu masuk taman ayodya bertuliskan "TAMAN TIRTONADI".
 
rahwana memutuskan untuk bertamu kerumah shinta karena hari sudah sore.
Sesampainya dirumah shinta, ternyata shinta tidak ada dirumah, dan rahwana hanya bertemu dengan ibunya.
"eh mas wawan apa kabar? kapan pulang dari newyork?", tanya ibunya shinta ketika tau ada rahwana di depan rumah.dan wawan itu adalah nama panggilannya rahwana.
"sehat buk. tadi pagi datangnya".
"kapan balik lagi ke newyork?" tanya ibunya lagi.
"besok buk, cuma sehari di blora. shintanya ada buk?".
"oh shintanya tadi katanya mau beli baju. mungkin kalau g ke gucci ya ke luwes".
"oh kalau begitu saya pamit saja buk, titp salam aja buk kalau saya habis dari sini".
"OK". jawab ibuknya shinta singkat.
pulang dari rumahnya shinta, rahwana tidak langsung pulang tapi mampir dulu ngopi di alun-alun blora.sambil ngopi siapa tau shinta lewat. rahwana masih berharap bisa bertemu shinta.
 
Menjelang malam, alun-alun blora semakin dipadati kerumunan orang-orang dan kebetulan malam itu ada panggung hiburan sehingga semakin menambah keramahan blora di malam hari.ngopi sendirian di blora adalah suatu pengalaman yang tidak menyenangkan bagi rahwana.ngopi sendirian di newyork mungkin hal yang biasa dilakukan oleh rahwana dan disana hal seprti itu sudah wajar. tapi kalau ngopi sendirian di blora seakan-akan kayak menjadi orang aneh dan sering mendapatkan perlakuan diskriminatif.seperti saat ada pengamen, ketika ada orang ngopi berduaan atau bergerombol, mereka mau ngamen, tapi saat ada orang ngopi sendirian, mereka hanya lewat. mungkin hal ini perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat agar orang-orang yang sendirian atau jomblo kayak rahwana seperti ini bisa ngopi dengan nyaman :v.tapi lain cerita dengan penjual krupuk samier, mereka akan tetap menawarkan dagangannya kepada siapapun, bahkan kepada rahwana yang saat itu sedang sendirian.
"krupuk'e mas?", penjual krupuk samier menawarkan ke rahwana.
"nggih pak setunggal mawon", jawab rahwana.
ditengah-tengah penjual krupuk samier mengeluarkan dagangannya, panggung hiburan dimulai dan MC menyapa penonton,
"Selamat malam warga Blora yang berbahagia..."
seorang penonton setengah baya yang lumayan menyimak memaki , "Berbahagia ndiasmu kui, tanduran podo mati gak ono sing panen kok berbahagaia".
"iyo iki neng ndi-ndi pancen lagi do ora ono panen", penjual krupuk samier tadi menimpali penonton setengah baya tadi.
"lha njenengan niki tani nopo pancen sadeyan krupuk mbah?", tanya rahwana ke penjual krupuk.
"aku iki tani le, nek sawah lg ora iso ditanduri yo aku dodolan krupuk neng kene"
"berarti nek wonten seng sadeyan krupuk samier teng mriki berarti sawah lagi angel ditanduri nggih mbah?", tanya rahwana.
"iyo le. artine golek pangan lagi angel", jawab penjual krupuk samier sambil berlalu.
 
malam semakin larut rahwana masih ditemani kopi dan krupuk samier.seiring tukang mandi bola, tukang odong-odong dan penjual arummanis yang sudah mulai mengukuti dagangannya, rahwana memutuskan untuk pulang kerumah dan keinginan rahwana untuk bertemu dengan shinta memilikinya sekali lagi akhirnya kandas.

Dan disaat perjalanan pulang rahwana berfikir, "apakah aku harus menculiknya untuk memilikinya?".

SHARE:

Comments

Recent Posts

Lebaran 2011ku

Lebaran 2011ku

pengalaman itu tak selamanya menjadi guru yang terbaik. Pagi-pagi pulang dari kerja aku langsung ke stasiun gambir untuk membeli tiket kereta buat mudik, tapi ternyata semua

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (SEPULUH)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (SEPULUH)

Matahari bersinar bersih, cahayanya membias putih di batas cakrawala yang berpendar jernih laksana pancaran kristal. Langit biru membentang bagai kubah sebuah masjid. Angin

Rahwana Bukber Dengan Shinta

Rahwana Bukber Dengan Shinta

Ramadhan dan lebaran selain tentang hal puasa dan mudik juga sebagai pemantik kenangan saat bulan puasa dan lebaran tahun sebelum-sebelumnya. Itulah yang dirasakan Rahwana

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (TIGA)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (TIGA)

"Kalau mau mencari Allah, belajarlah dari iblis!"Kembali bisikan misterius itu membentur pedalaman saya bagai kilatan halilintar, yang belakangan ini justru semakin sering

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (TIGA BELAS)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (TIGA BELAS)

Malam merentang laksana kubah biru dengan bintang-gemintang berkilau-kilau seperti jutaan permata ditaburkan. Sepotong rembulan sabit melengkung bagai busur direntangkan di

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (SEMBILAN)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (SEMBILAN)

Malam sudah agak larut ketika saya kembali dan mendapati Ashok masih menjerang airuntuk membuatkan kopi Tuan Arvind. Sepengetahuan saya, Ashok sepertinya tidak pernah

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (ENAM BELAS)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (ENAM BELAS)

Sebuah perjalanan melintasi semesta ruhani adalah sebuah rentangan pengalaman menakjubkan yang sangat fantastis jika dipikir dengan nalar. Sebab segala sesuatu yang tergelar

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (SEBELAS)

Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu (SEBELAS)

Malam hitam jernih dengan jutaan bintang bertaburan laksana pelita semesta dibentangkan di atas permadani semesta. Dalam hening berjuta-juta wangi mawar menaburi bumi bagai