Banyak Dicari Turis, Jepang Akui Defisit Ninja

Banyak Dicari Turis, Jepang Akui Defisit Ninja

  • 2018-04-30 21:22:12
  • 371

Ninja yang kerap diasosiasikan sebagai pasukan rahasia Negeri Sakura, kini keberadaannya semakin langka. Ahli bela diri Jepang menyebut talenta dan praktisi ilmu kuno ’ninjutsu’ kuno semakin sedikit.

Padahal, berkembangnya industri pariwisata dunia membuat banyak turis mancanegara yang datang ke Jepang karena penasaran akan ninja.
Hal itu dikonfirmasi Takatsugu Aoki, manajer pusat pelatihan ninja di Nayoga.

“Semakin banyak turis ke Jepang dan ingin mencari tahu soal ninja,” kata Aoki kepada Harian Asahi, dilansir Independent.
Ironisnya, kata Aoki, di saat ketertarikan akan ninja meningkat, Jepang justru defisit ninja itu sendiri.

Dia menambahkan, mereka yang berniat melestarikan ilmu ninjutsu, sayangnya kurang kemampuan. Dengan kata lain, ninja ‘karbitan’ yang banyak ditemui sekarang ini, tidak terlatih dalam pertarungan, ilmu menghilangkan diri dan pengobatan.

“Kebanyakan hanya ahli akrobatik, melemparkan shuriken dan bermain pedang,” tutur Aoki.

Kendati dikenal sebagai prajurit selama berabad-abad, Aoki menyebut, di era kejayaannya, ninja sebenarnya adalah mata-mata.

“Mereka dilatih untuk tidak terlihat, kekerasan dan pertarungan adalah pilihan terakhir bagi para ninja,” terang Aoki, sembari menyebut senjata yang lekat dengan para ninja adalah shuriken, atau pisau berbentuk bintang dan furiya, sumpit racun.

Ninja muncul pertama kali pada abad ke-15 di Jepang saat perang sipil. Mereka dipekerjakan sebagai mata-mata, pembunuh bayaran bahkan teroris.

Berbeda dengan samurai yang punya kelas tinggi di masyarakat, ninja justru diremehkan. Namun, mereka punya hirarki dan serikat pekerja sendiri.

Serikat ninja ini memiliki berbagai shinobi atau gugus tugas ninja, yang punya misi dan area khusus.

SHARE:

Comments

Recent Posts

Penipuan dan Berita Palsu di Media Sosial

Penipuan dan Berita Palsu di Media Sosial

Karena kasus penipuan dan berita palsu sudah terlalu akut, akhirnya pelaku media sosial mengeluarkan himbauan tentang penipuan dan berita palsu.Penipuan dan berita palsu

Aku Menangis Untuk Adikku

Aku Menangis Untuk Adikku

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demihari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung merekamenghadap ke langit.Aku mempunyai

Mengenal Pramudya Ananta Toer lebih dekat lewat catatan dan surat-surat

Mengenal Pramudya Ananta Toer lebih dekat lewat catatan dan surat-surat

Sastrawan kawakan Pramudya Ananta Toer, yang karyanya selama ini menjadi inspirasi orang dalam memaknai sejarah perjuangan di tengah penindasan, ternyata memiliki

The 48 Laws of Power

The 48 Laws of Power

The 48 Laws of Power (48 Hukum Kekuasaan) by Robert Greene and Joost Elffers 1. Never Outshine the Master (Jangan pernah terlihat lebih baik dari atasan anda)

98 Informasi Pribadi yang Diketahui Facebook

98 Informasi Pribadi yang Diketahui Facebook

Facebook mengoleksi berbagai informasi soal kehidupan personal Anda. Hal ini menyusul semakin tingginya tuntutan pengiklan untuk menyasar target pasar via jejaring sosial tersebut.

Yu Yuan: Aku Pernah Datang dan Aku Sangat Patuh

Yu Yuan: Aku Pernah Datang dan Aku Sangat Patuh

Kisah tentang seorang gadis kecil cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia

MENANAMKAN BUDAYA MEMBACA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

MENANAMKAN BUDAYA MEMBACA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Pemerintah republik Indonesia melalui peraturan menteri pendidikan telah berusaha untuk meningkatkan budaya membaca bagi siswa-siswi di semua jenjang sekolah dari dasar hingga menengah atas. Peraturan

Makna Warna dari Beberapa Negara di Dunia

Makna Warna dari Beberapa Negara di Dunia

Setiap warna memiliki makna yang beragam di seluruh dunia. Tergantung bagaimana budaya dari negara itu sendiri.
Warna memainkan peran penting dalam kehidupan kita. Mereka dapat mengingatkan