Banyak Dicari Turis, Jepang Akui Defisit Ninja

Banyak Dicari Turis, Jepang Akui Defisit Ninja

  • 2018-04-30 21:22:12
  • 441

Ninja yang kerap diasosiasikan sebagai pasukan rahasia Negeri Sakura, kini keberadaannya semakin langka. Ahli bela diri Jepang menyebut talenta dan praktisi ilmu kuno ’ninjutsu’ kuno semakin sedikit.

Padahal, berkembangnya industri pariwisata dunia membuat banyak turis mancanegara yang datang ke Jepang karena penasaran akan ninja.
Hal itu dikonfirmasi Takatsugu Aoki, manajer pusat pelatihan ninja di Nayoga.

“Semakin banyak turis ke Jepang dan ingin mencari tahu soal ninja,” kata Aoki kepada Harian Asahi, dilansir Independent.
Ironisnya, kata Aoki, di saat ketertarikan akan ninja meningkat, Jepang justru defisit ninja itu sendiri.

Dia menambahkan, mereka yang berniat melestarikan ilmu ninjutsu, sayangnya kurang kemampuan. Dengan kata lain, ninja ‘karbitan’ yang banyak ditemui sekarang ini, tidak terlatih dalam pertarungan, ilmu menghilangkan diri dan pengobatan.

“Kebanyakan hanya ahli akrobatik, melemparkan shuriken dan bermain pedang,” tutur Aoki.

Kendati dikenal sebagai prajurit selama berabad-abad, Aoki menyebut, di era kejayaannya, ninja sebenarnya adalah mata-mata.

“Mereka dilatih untuk tidak terlihat, kekerasan dan pertarungan adalah pilihan terakhir bagi para ninja,” terang Aoki, sembari menyebut senjata yang lekat dengan para ninja adalah shuriken, atau pisau berbentuk bintang dan furiya, sumpit racun.

Ninja muncul pertama kali pada abad ke-15 di Jepang saat perang sipil. Mereka dipekerjakan sebagai mata-mata, pembunuh bayaran bahkan teroris.

Berbeda dengan samurai yang punya kelas tinggi di masyarakat, ninja justru diremehkan. Namun, mereka punya hirarki dan serikat pekerja sendiri.

Serikat ninja ini memiliki berbagai shinobi atau gugus tugas ninja, yang punya misi dan area khusus.

SHARE:

Comments

Recent Posts

Aku Menangis Untuk Adikku

Aku Menangis Untuk Adikku

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demihari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung merekamenghadap ke langit.Aku mempunyai

Anak SMP di bawah umur

Anak SMP di bawah umur 'ngotot' menikah: Apakah menikah muda cara menghindari zina?

Sepasang anak SMP yang ingin menikah menjadi bahan perbincangan, apalagi dengan gerakan menikah muda yang semakin ramai.
Dua anak SMP di Bantaeng,

The 48 Laws of Power

The 48 Laws of Power

The 48 Laws of Power (48 Hukum Kekuasaan) by Robert Greene and Joost Elffers 1. Never Outshine the Master (Jangan pernah terlihat lebih baik dari atasan anda)

MENANAMKAN BUDAYA MEMBACA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

MENANAMKAN BUDAYA MEMBACA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Pemerintah republik Indonesia melalui peraturan menteri pendidikan telah berusaha untuk meningkatkan budaya membaca bagi siswa-siswi di semua jenjang sekolah dari dasar hingga menengah atas. Peraturan

Putri Kraton Jogja ‘menuju singgasana’: Takhta, harta dan keluarga

Putri Kraton Jogja ‘menuju singgasana’: Takhta, harta dan keluarga

Dua pangeran Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tak lagi bertemu atau berbincang dengan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X sejak 2015.
Keduanya berkeras, saudara

Penipuan dan Berita Palsu di Media Sosial

Penipuan dan Berita Palsu di Media Sosial

Karena kasus penipuan dan berita palsu sudah terlalu akut, akhirnya pelaku media sosial mengeluarkan himbauan tentang penipuan dan berita palsu.Penipuan dan berita palsu

Fokuslah pada

Fokuslah pada 'bagaimana' Anda bekerja, bukan 'kenapa'

Ada beberapa cara praktis yang bisa diterapkan agar Anda bisa merasa lebih puas, dan tidak terlalu gelisah, dalam pekerjaan. Kenapa pekerjaan modern begitu tidak memuaskan?

Kuis "CERITA DARI BLORA"

Kuis "CERITA DARI BLORA"

Tuliskan cerita anda tentang Blora dan dapatkan kesempatan untuk mendapatkan buku CERITA DARI BLORA karya Pramoedya Ananta Toer. Buku yang menceritakan tentang Blora pada