Mengapa banyak orang percaya dengan teori konspirasi?

Mengapa banyak orang percaya dengan teori konspirasi?

  • 2019-02-18 22:47:42
  • 136

Apakah George W Bush berkomplot menjatuhkan gedung Twin Towers di New York dan membunuh ribuan orang pada 2001? Jawabannya: tidak.

Apakah Hillary Clinton mendalangi komplotan perdagangan anak dunia dari restoran pizza di Washington? Jawabannya: tidak.

Tapi mengapa sejumlah orang tetap percaya mereka melakukannya?

Dan apakah teori konspirasi menjelaskan bagaimana kita memandang dunia?

Teori konspirasi bukanlah sesuatu yang baru. Hal ini terus membayangi selama paling tidak 100 tahun ini, kata Profesor Joe Uscinski, penulis American Conspiracy Theories.

Teori ini juga menyebar lebih luas dari yang diperkirakan.

"Setiap orang meyakini paling tidak satu dan mungkin juga beberapa teori ini," katanya.

"Dan alasannya adalah sederhana: ada banyak teori konspirasi. Jika kita melakukan survei terhadap semuanya, setiap orang akan mengakui telah mempercayai sejumlah teori ini."

Temuan ini bukan hanya terjadi di Amerika Serikat.

Pada 2015, penelitian oleh Universitas Cambridge menemukan lebih dari setengah warga Inggris mencentang satu kali jika dihadapkan pada daftar lima teori.

Mulai dari keberadaan kelompok rahasia yang mengendalikan peristiwa dunia sampai ke hal-hal yang berhubungan dengan mahluk angkasa luar.

Ini mengisyaratkan --bertentangan dengan keyakinan umum-- pembuat teori konspirasi pada umumnya bukanlah pria setengah baya yang tinggal di lantai bawah tanah rumah ibunya dengan mengenakan topi timah.

"Ketika Anda mengkaji data kependudukan, keyakinan pada konspirasi terjadi pada semua kelompok sosial, menembus gender dan umur," kata Profesor Chris French, psikolog di Universitas Goldsmith, London.

Apakah aliran politik Anda kiri atau kanan, Anda sama berkemungkinan untuk mengetahuinya.

"Dua kelompok ini sama dengan istilah pemikiran konspirasi, " kata Uscinski.

"Orang yang percaya bahwa Bush meledakkan Twin Towers sebagian besar adalah kelompok Demokrat, orang yang berpikir Obama memalsukan akta kelahirannya kebanyakan adalah pendukung Republik, angkanya kurang lebih sama di masing-masing partai."

Beberapa teori konspirasi



  • Teori bahwa pendaratan Bulan dipalsukan memicu penjelasan rinci yang mempertanyakannya

  • Pandangan bahwa penjahat perang Nazi, Rudolf Hess, digantikan kembarannya di penjara, ditumbangkan DNA yang diberikan kerabat jauhnya

  • Pemusik Beyonce, Paul McCartney dan Avril Lavigne menghadapi desas-desus bahwa mereka digantikan tiruannya

  • Pernyataan bahwa kelompok rahasia, Illuminati, mengendalikan dunia mengisyaratkan sejumlah pesohor dan politikus menjadi anggotanya



Untuk memahami mengapa kita terpengaruh "kekuatan tidak jelas yang mengendalikan peristiwa politik", kita perlu memilikirkan unsur kejiwaan di balik teori konspirasi.

"Kita sangat ahli dalam menyadari adanya pola dan keteraturan. Tetapi kadang-kadang kita terlalu berlebihan: kita berpikir telah melihat arti dan signifikansi yang sebenarnya tidak ada," kata French.

"Kita juga mengira ketika sesuatu terjadi, karena seseorang atau sesuatu melakukannya berdasarkan alasan tertentu."

Pada dasarnya, kita melihat sejumlah kebetulan terkait dengan sejumlah peristiwa besar dan kita kemudian membuat cerita terkait hal tersebut.

Cerita itu menjadi sebuah teori konspirasi karena berisikan "hal yang baik" dan "hal buruk", yang disebut terakhir berkaitan dengan semua hal yang tidak kita sukai.

Menyalahkan politikus

Dalam banyak hal, ini seperti politik sehari-hari.

Kita sering kali menyalahkan politikus terkait dengan peristiwa buruk, bahkan saat kejadian tersebut di luar kendali mereka, kata Profesor Larry Bartels, ahli politik di Universitas Vanderbilt, Amerika Serikat.

"Orang segera memuji atau menghukum pemerintah terkait dengan hal baik atau buruk, tanpa benar-benar memahami apakah kebijakan pemerintah memang mempengaruhi hasilnya," katanya,

Ini bahkan terjadi pada berbagai hal yang sangat tidak terkait dengan pemerintah.

"Salah satu contohnya saat kita mengkaji rincian sejumlah serangan hiu di lepas pantai New Jersey pada tahun 1916," kata Prof Bartels.

"Kejadian ini menjadi sumber film Jaws. Kita menemukan terdapat penurunan berarti dukungan terhadap Presiden [Woodrow] Wilson di daerah yang paling banyak diserang hiu.

Peran "kita" dan "mereka" pada teori konspirasi juga dapat ditemukan pada kelompok politik yang lebih umum.

Di Inggris, referendum Uni Eropa menciptakan kelompok Remainers (tetap di EU) dan Leavers (keluar EU) yang jumlahnya kurang lebih sama.

"Orang merasa bagian dari kelompoknya, dan ini juga berarti orang tidak menyukai anggota kelompok lainnya," kata Profesor Sara Hobolt dari London School of Economics (LSE).

Remainers dan Leavers sering kali mengartikan dunia secara berbeda.

Misalnya ketika dihadapkan pada fakta ekonomi yang sama, Remainers kemungkinan akan mengatakan kinerja ekonomi buruk, sementara Leavers mengatakan keadaan baik.

Teori konspirasi hanyalah bagian dari hal ini.

"Leavers yang menjelang referendum, memandang mereka akan kalah kemungkinan besar akan berpikir referendum direkayasa," kata Prof Hobolt.

"Dan hal itu kemudian benar-benar berbalik setelah hasil referendum diumumkan, karena pada saat itu Remainers yang dikalahkan."



Tidak ada jalan keluar

Kemungkinan yang tidak mengenakkan terjadi ketika mengetahui bahwa teori konspirasi terkait dengan pemikiran politik. Tetapi hal ini seharusnya tidak perlu mengejutkan.

"Sering kali kita membuat keyakinan dalam cara yang mendukung apa yang kita inginkan sebagai suatu kebenaran," kata Bartels.

Dan mengetahui lebih banyak informasi tidaklah membantu: "Orang yang sering kali menjadi korban prasangka ini adalah orang yang terlalu memperhatikan banyak hal."

Bagi kebanyakan orang, terdapat sedikit alasan mendapatkan fakta politik yang benar karena suara perseorangan Anda tidak akan mempengaruhi kebijakan pemerintah.

"Saya tidak berisiko saat memiliki pandangan politik yang tidak benar," kata Bartels.

"Jika saya merasa lebih senang saat berpikir Woodrow Wilson seharusnya dapat mencegah serangan hiu, maka imbalan kejiwaan mempercayainya kemungkinan lebih besar dibandingkan hukuman apapun yang dapat saya alami jika pandangan tersebut salah."

Pada akhirnya, kita ingin merasa nyaman, bukannya merasa benar.

Karena itulah teori konspirasi datang dan pergi, dan juga mengapa konspirasi akan selalu menjadi bagian dari kisah yang kita ceritakan terkait dengan peristiwa politik.


 


Sumber : BBC Indonesia

SHARE:

Comments

Recent Posts

Pemenang Kuis "CERITA DARI BLORA"

Pemenang Kuis "CERITA DARI BLORA"

Berikut adalah pemenang kuis "CERITA DARI BLORA" dan berhak mendapatkan buku CERITA DARI BLORA karya Pramoedya Ananta Toer.1. rendy

Yu Yuan: Aku Pernah Datang dan Aku Sangat Patuh

Yu Yuan: Aku Pernah Datang dan Aku Sangat Patuh

Kisah tentang seorang gadis kecil cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia

The 48 Laws of Power

The 48 Laws of Power

The 48 Laws of Power (48 Hukum Kekuasaan) by Robert Greene and Joost Elffers 1. Never Outshine the Master (Jangan pernah terlihat lebih baik dari atasan anda)

Mengenal Pramudya Ananta Toer lebih dekat lewat catatan dan surat-surat

Mengenal Pramudya Ananta Toer lebih dekat lewat catatan dan surat-surat

Sastrawan kawakan Pramudya Ananta Toer, yang karyanya selama ini menjadi inspirasi orang dalam memaknai sejarah perjuangan di tengah penindasan, ternyata memiliki

Peneliti: Tidak Perlu Mandi Setiap Hari

Peneliti: Tidak Perlu Mandi Setiap Hari

Menurut peneliti, mandi tidak perlu dilakukan setiap hari karena bisa mengurangi hidrasi kulit. Membuatnya menjadi kering, pecah-pecah, dan infeksi.
Para ahli mengatakan, mandi setiap hari

Makna Warna dari Beberapa Negara di Dunia

Makna Warna dari Beberapa Negara di Dunia

Setiap warna memiliki makna yang beragam di seluruh dunia. Tergantung bagaimana budaya dari negara itu sendiri.
Warna memainkan peran penting dalam kehidupan kita. Mereka dapat mengingatkan

MENANAMKAN BUDAYA MEMBACA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

MENANAMKAN BUDAYA MEMBACA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Pemerintah republik Indonesia melalui peraturan menteri pendidikan telah berusaha untuk meningkatkan budaya membaca bagi siswa-siswi di semua jenjang sekolah dari dasar hingga menengah atas. Peraturan