Peneliti: Tidak Perlu Mandi Setiap Hari

Peneliti: Tidak Perlu Mandi Setiap Hari

  • 2018-04-21 07:12:38
  • 461

Menurut peneliti, mandi tidak perlu dilakukan setiap hari karena bisa mengurangi hidrasi kulit. Membuatnya menjadi kering, pecah-pecah, dan infeksi.


Para ahli mengatakan, mandi setiap hari bisa meningkat risiko infeksi seseorang.


Menurut dr. Elaine Larson, ahli penyakit menular dari Columbia University, mandi berlebihan bisa mengurangi hidrasi kulit . Membuatnya menjadi kering dan pecah-pecah sehingga memudahkan kuman untuk masuk ke dalam tubuh.


Ia menambahkan, banyak orang percaya, mandi bisa mengurangi risiko penyakit. Padahal, fungsinya hanyalah menghilangkan bau tubuh.


Dr. Brandong Mitchell, asisten profesor ilmu penyakit kulit di George Washington University mengatakan, mencuci dan menggosok kulit bisa menghilangkan minyak alaminya – mengganggu ‘bakteri baik’ yang menyokong sistem kekebalan tubuh seseorang.


Menurut dr. Mitchell, mandi sekali atau dua kali dalam seminggu cukup untuk mendapatkan manfaatnya. “Tidak perlu mandi setiap hari,” ujarnya.


'Banyak orang mandi terlalu sering'


Kepada Time, dr. Mitchell mengatakan: “Tubuh kita merupakan mesin minyak alami. Saya rasa, terlalu banyak orang yang mandi terlalu sering.”


Ia mendesak orang-orang agar mandi satu kali sehari saja jika ingin kulitnya tetap sehat dan terhidrasi. Dr. Mitchell juga merekomendasikan untuk tidak menyabuni seluruh tubuh, melainkan hanya fokus kepada area-area yang berpotensi menimbulkan bau, seperti ketiak dan kaki.


Sementara itu, dr. Larson mengatakan, sebaiknya kita lebih fokus untuk sering mencuci tangan dan membersihkan pakaian. Ini dilakukan untuk menghilangkan sel-sel kulit mati dan mencegah penyakit.


'Mandi merusak bakteri baik'


Studi yang dipublikasikan pada Januari tahun lalu menyataka bahwa mandi terlalu sering bisa membahayakan bakteri baik, virus, dan binatang kecil lainnya yang tinggal dan hidup dalam tubuh manusia.


Para peneliti dari University of Utah tersebut menganalisis penduduk di pedalaman Amazon. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka memiliki “keragaman bakteri dan fungsi genetik tertinggi yang pernah ada dalam kelompok manusia”.


Para ilmuwan menyimpulkan, orang-orang Barat ‘terlalu bersih’ sehingga mempengaruhi populasi mikroba di tubuh mereka.


 


(Sumber: Dailymail)

SHARE:

Comments

Recent Posts

Memahami Kepahlawanan Kartini Melalui Surat-suratnya

Memahami Kepahlawanan Kartini Melalui Surat-suratnya

Gagasan dan pemikiran yang terekam dengan baik dalam surat-suratnya membuat sejarah mengenang Kartini sebagai sosok luar biasa.
 "Orang boleh pandai setinggi langit," tulis Pramoedya

Makna Warna dari Beberapa Negara di Dunia

Makna Warna dari Beberapa Negara di Dunia

Setiap warna memiliki makna yang beragam di seluruh dunia. Tergantung bagaimana budaya dari negara itu sendiri.
Warna memainkan peran penting dalam kehidupan kita. Mereka dapat mengingatkan

Blora

Blora

Saudara! Apakah kamu tahu apa yang dirindukan setiap tahanan? Kamu harus tahu! Keluar, mendapatkan kebebasan kembali, hidup di antara teman-teman, kerabat, dan sesama manusia.

Terobsesi Dengan Pernikahan Ala Kerajaan Picu Masalah Kejiwaan

Terobsesi Dengan Pernikahan Ala Kerajaan Picu Masalah Kejiwaan

Para ahli kesehatan jiwa memperingatkan kita agar tidak terlalu larut dalam kisah cinta pasangan kerajaan. Sebab, bisa menjurus ke arah obsesi yang berbahaya.
Rencana pernikahan Pangeran

Banyak Dicari Turis, Jepang Akui Defisit Ninja

Banyak Dicari Turis, Jepang Akui Defisit Ninja

Ninja yang kerap diasosiasikan sebagai pasukan rahasia Negeri Sakura, kini keberadaannya semakin langka. Ahli bela diri Jepang menyebut talenta dan praktisi ilmu kuno ’ninjutsu’

Dikira Murah, Lukisan Ini Ternyata Bernilai Lebih dari Rp 8 Miliar

Dikira Murah, Lukisan Ini Ternyata Bernilai Lebih dari Rp 8 Miliar

Terungkapnya identitas lukisan tersebut terjadi secara kebetulan ketika Pendeta Jamie membawanya untuk diliput di acara Antiques Roadshow.
Sebuah lukisan yang dibeli seharga £400 (sekitar

Aku Menangis Untuk Adikku

Aku Menangis Untuk Adikku

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demihari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung merekamenghadap ke langit.Aku mempunyai