Terobsesi Dengan Pernikahan Ala Kerajaan Picu Masalah Kejiwaan

Terobsesi Dengan Pernikahan Ala Kerajaan Picu Masalah Kejiwaan

  • 2018-04-21 06:58:38
  • 447

Para ahli kesehatan jiwa memperingatkan kita agar tidak terlalu larut dalam kisah cinta pasangan kerajaan. Sebab, bisa menjurus ke arah obsesi yang berbahaya.


Rencana pernikahan Pangeran Harry dan tunangannya artis Amerika Meghan Markle telah membuai jutaan penggemar Kerajaan Inggris dengan dongen cinta.


Namun, para ahli kesehatan jiwa memperingatkan para penggemar untuk tidak terlalu larut dalam kisah cinta pasangan kerajaan ini karena bisa menjurus ke arah obsesi yang berbahaya.


Sue Varma, seorang psikiater dan asisten klinis profesor dari Pusat Medis Universitas Langone New York mengatakan fandom bisa menguat menjadi obesi ringan. Namun ketika obsesi itu makin mendalam, hal itu bisa jadi tanda bahaya.


“Saya tidak punya masalah dengan seseorang yang terobsesi dengan keluarga kerajaan. Saya rasa tidak ada masalah dengan hal itu,” kata Varma kepada Reuters.


“Yang jadi masalah adalah kurangnya aktivitas lain, kurangnya fleksibilitas, serta fakta bahwa Anda mengambil waktu yang digunakan untuk hal-hal lain. Apakah itu waktu yang bisa Anda gunakan dengan anak-anak Anda? Apakah itu waktu yang bisa gunakan untuk berbincang dengan pasangan Anda?.


Varma mengatakan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengikuti perkembangan para selebritas bisa menjurus pada masalah kesehatan jiwa lainnya.


“Ketika Anda mulai bergaul dengan orang-orang yang tidak anda kenal, ketika Anda tidak mempunyai hubungan yang timbal balik, kondisi ini lah yang disebut parasosial. Hanya berlangsung satu arah,” kata Varma


“Ini masalah ketika Anda hidup di dunia fantasi dengang mengorbankan hubungan-hubungan dalam dunia nyata,” kata Varma.


Varma juga memperingatkan obsesi terhadap selebritas bisa mengakibatkan masalah-masalah citra tubuh seperti gangguan dismorfik tubuh. Gangguan dismorfik tubuh adalah gangguan psikologis yang membuat penderitanya merasa cemas akan kekurangan atau cacat pada tubuhnya, meski sifatnya kecil.


 


Sumber : National Geographic Indonesia

SHARE:

Comments

Recent Posts

Fokuslah pada

Fokuslah pada 'bagaimana' Anda bekerja, bukan 'kenapa'

Ada beberapa cara praktis yang bisa diterapkan agar Anda bisa merasa lebih puas, dan tidak terlalu gelisah, dalam pekerjaan. Kenapa pekerjaan modern begitu tidak memuaskan?

The 48 Laws of Power

The 48 Laws of Power

The 48 Laws of Power (48 Hukum Kekuasaan) by Robert Greene and Joost Elffers 1. Never Outshine the Master (Jangan pernah terlihat lebih baik dari atasan anda)

Makna Warna dari Beberapa Negara di Dunia

Makna Warna dari Beberapa Negara di Dunia

Setiap warna memiliki makna yang beragam di seluruh dunia. Tergantung bagaimana budaya dari negara itu sendiri.
Warna memainkan peran penting dalam kehidupan kita. Mereka dapat mengingatkan

Banyak Dicari Turis, Jepang Akui Defisit Ninja

Banyak Dicari Turis, Jepang Akui Defisit Ninja

Ninja yang kerap diasosiasikan sebagai pasukan rahasia Negeri Sakura, kini keberadaannya semakin langka. Ahli bela diri Jepang menyebut talenta dan praktisi ilmu kuno ’ninjutsu’

Mengapa banyak orang percaya dengan teori konspirasi?

Mengapa banyak orang percaya dengan teori konspirasi?

Apakah George W Bush berkomplot menjatuhkan gedung Twin Towers di New York dan membunuh ribuan orang pada 2001? Jawabannya: tidak.Apakah

Putri Kraton Jogja ‘menuju singgasana’: Takhta, harta dan keluarga

Putri Kraton Jogja ‘menuju singgasana’: Takhta, harta dan keluarga

Dua pangeran Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tak lagi bertemu atau berbincang dengan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X sejak 2015.
Keduanya berkeras, saudara

Penipuan dan Berita Palsu di Media Sosial

Penipuan dan Berita Palsu di Media Sosial

Karena kasus penipuan dan berita palsu sudah terlalu akut, akhirnya pelaku media sosial mengeluarkan himbauan tentang penipuan dan berita palsu.Penipuan dan berita palsu

Mengenal Pramudya Ananta Toer lebih dekat lewat catatan dan surat-surat

Mengenal Pramudya Ananta Toer lebih dekat lewat catatan dan surat-surat

Sastrawan kawakan Pramudya Ananta Toer, yang karyanya selama ini menjadi inspirasi orang dalam memaknai sejarah perjuangan di tengah penindasan, ternyata memiliki