Blora itu Seperti Secangkir Kopi.Sedikit Pahit,Tapi Menyegarkan

Blora itu Seperti Secangkir Kopi.Sedikit Pahit,Tapi Menyegarkan

  • 2017-04-10 14:16:42
  • 2070

Blora adalah kota kecil yang terletak di perbatasan jawa tengah dengan jawa timur, tapi masih masuk wilayah jawa tengah.
Mungkin banyak yang belum tahu atau belum menyadari kalau sebenarnya Blora biarpun kota yang kecil, tapi susah untuk ditaklukkan. siapa yang tidak mempunyai kreatifitas akan ter-eliminasi. kreatifitas (ubet) menjadi keharusan untuk bisa bertahan di Blora karena jumlah perusahaan yang masih sedikit menjadikan peluang untuk menjadi karyawan perusahaan juga masih terbatas. kreatifitas untuk membuka usaha yang awalnya dipaksa oleh keadaan atau pertanyaan "mau kerja apa di Blora?" membuat masyarakat Blora berpikir keras supaya bisa bertahan (kadang yo karo ngresulo sitik-sitik).
Di Blora, jika anda mempunyai kreatifitas untuk membuka usaha tidak serta merta akan menjamin anda untuk bisa bertahan dan sukses di Blora, harus diperlukan hitung-htungan yang pas agar kreatifitas tersebut tidak gagal.
di Blora, dikasih harga yang mahal tidak akan laku, dikasih harga murah usaha anda tidak akan maju. jadi takarannya harus pas, bagaikan takaran gula di kopi kothok. Hal lain yang diperlukan lainnya adalah modal. modal memang berpengaruh besar dalam kreatifitasan anda, tapi banyak yang salah karena terlalu mengedepankan modal. jika suatu kreatifitas hanya mengedepankan modal, maka usaha dari kreatifitas tersebut tidak akan bertahan lama. kenapa? karena kreatifitas yang hanya mengedepankan modal, mudah ditiru oleh orang lain. dan agar usaha tidak mudah ditiru orang lain, maka harus mengikutkan unsur skill di dalam usaha tersebut. biasasnya jika ada usaha baru di Blora yang mengutamakan modal kemudian usaha tersebut ramai, maka akan banyak orang lain yang menirunya. tapi kalau usaha tersebut mengutamakan skill, maka orang lain akan susah menirunya.

Untuk bertahan di Blora ada beberapa cara:
Pertama anda harus mempunyai kreatifitas untuk membuka usaha,
Kedua anda menjadi karyawan (yang jumlahnya masih terbatas),
dan ketiga adalah menjadi PNS.
menjadi PNS walapun bukan cara pertama untuk bertahan di Blora tapi masih menjadi keinginan tertinggi agar bisa bertahan di BLora. Bahkan banyak yang sekolah di luar Blora dan ketika lulus rela kembali ke Blora untuk mengabdi di suatu instansi dengan tujuan suatu saat nanti diangkat menjadi PNS. Bahkan juga, orang-orang yang sekarang sering mengkritik pemerintah Blora karena jalan yang masih jelek atau karena apapun itu, dan jika pemerintah yang mereka kritik tersebut membuka lowongan untuk menjadi bagian dari pemerintah itu sendiri, pasti mereka juga akan berbondong-bondong ikut daftar dan berharap menjadi bagian dari pemerintah yang sebelumnya mereka kritik.

Saya sendiri termasuk orang yang gagal bertahan di Blora dan memutuskan untuk merantau. merantau dengan tujuan suatu saat nanti kembali ke Blora dan bisa menetap di Blora.

Ada yang harus di garis bawahi di luar dari cara-cara mereka agar tetap bisa bertahan di Blora. yatu, alasan mengapa tetap menginginkan bertahan di Blora.
Blora, biarpun kota kecil yang susah ditaklukkan, di dalamnya masih didapatkan ketenangan hati. kota kecil dengan suasana yang ayem, masyarakatnya yang masih sederhana dan tidak neko-neko dan masih idealnya untuk tempat membesarkan anak itulah yang menjadi keinginan untuk tetap bertahan di Blora.

Blora. kota kecil yang susah untuk di taklukkan, tapi mempunyai ketentraman yang menjadikannya alasan untuk tetap bertahan.
Seperti Secangkir Kopi. Sedikit Pahit, Tapi Menyegarkan.

SHARE:

Comments

Recent Posts

Wudlu Pria

Wudlu Pria

"WUDLU PRIA" sebuah tulisan unik yang menarik perhatian saya

MENGHALAU PEMIKIRAN RADIKAL PADA ROHIS SMA

MENGHALAU PEMIKIRAN RADIKAL PADA ROHIS SMA

Hasil riset yang diselenggarakan oleh Kemenag dan Wahid Foundation terhadap 1600 pengurus Rohis tingkat SMA menunjukkan bahwa 75% setuju tegaknya Khilafah dan sebanyak 60% mengaku siap untuk ikut

Barongan Kancing

Barongan Kancing

Saiki Blora rame yo lur nyenengke ati. ono hiburan barongan , batik dll.aku kok dadi Kelingan jaman Jembatan pasar nduwur ijeh ono tulisane ajinomoto seng ono neng buku

Angel Olehe Mbatin

Angel Olehe Mbatin

A : Wayah riyoyo wes ora cekelan duwek, mbarengi wayah unggah-unggahan cah sekolah kok krungu ono wong nemu dompet ono duwek'e, KTP, sak ATM'e seng pin'e podo karo tanggal

Profesional

Profesional

Hidup itu Harus Profesional,
Tau Kapan Harus Jadi KIRIK,
dan Tau Kapan Harus Jadi ASU.

Tak Lelo Lelo Ledung

Tak Lelo Lelo Ledung

Sebuah lagu/tembang/gendhing jawa lawas yg berjudul "tak lelo lelo ledung" , yang menurutku adalah sebuah harapan semua Ibu kepada anaknya kelak kalau sudah dewasa.Kalau

Nguk

Nguk

Disini itu tidak ada "nguk" seperti dikampungku saat waktu buka puasa."nguk" itu sirine yang menandakan waktu buka puasa telah tiba. mungkin dulu asal usul nguk itu terjadi

Mudiklah, Kepulanganmu Tak Tergantikan

Mudiklah, Kepulanganmu Tak Tergantikan

Mungkin judul diatas sedikit egois atau seakan-akan tidak mengerti keadaan orang-orang yang berkeinginan untuk mudik tapi tidak bisa mudik (semoga ada jalan untuk mudik).