Ketika Produk Dipilih Bukan Karena Produknya

Ketika Produk Dipilih Bukan Karena Produknya

  • 2017-04-06 12:14:53
  • 961

Anggap saja kita sekarang sedang dihadapkan hanya dengan 2 produk saja (produk A dan produk B) dan kita harus memilih salah satunya. Tidak ada yang tidak memilih, yang boleh tidak memilih atau golput (Golongan Diamput) hanya penulisnya saja Laughing.  sedangkan pemilihnya ada 3 kelompok. kelompok pertama adalah kelompok yang mendukung produk A, kelompok kedua adalah pendukung kelompok B, sedangkan kelompok ketiga adalah kelompok yang belum menentukan pilihan. hanya saja saat ini sedang terjadi perbedaan tujuan antara produk itu sendiri dengan pendukungnya. produknya ingin memenangkan menjadi produk yang pemilihnya paling banyak dengan mengedepankan fungsi dan tampilannya, sedangkan pendukungnya ingin memenangkan kebenaran alasan mereka mengapa memilih produk tersebut. lebih jelasnya, kalau produknya lebih mementingkan jumlah pemilihnya, kalau pendukungnya lebih mementingkan alasan memilihnya. dan itu terjadi di kedua produk dan pendukungnya.


Para pendukung kedua produk ini sama-sama banyaknya dan sama-sama setia mendukung produknya. ketika pendukung produk yang berbeda saling bertemu, mereka akan setia membela produknya sendiri-sendiri dan tidak perduli dengan informasi dari salah satunya.yang mereka tahu, produk yang didukung adalah yang paling pantas untuk dipilih. padahal ketika informasi yang diperoleh bertentangan dengan pandangan kita, itu menunjukkan adanya sudut pandang lain untuk melihat informasi tersebut. mungkin karena perdebatan mereka sudah lama terjadi, maka mereka akan menjadi malu jika harus melepaskan sudut pandang dan mengambil sudut pandang baru. jangankan untuk melihat dari sudut pandang lain, bahkan sekarang mereka mulai membatasi diri untuk tidak berhubungan dengan orang yang sudut pandangnya berbeda. misalnya, di media sosial mereka menghapus pertemanan dengan pendukung produk lainnya dan hanya berteman dengan yang se-sudut pandang. sehingga dengan tidak adanya kemungkinan sudut pandang lain yang masuk, yang akan terjadi adalah peningkatan keyakinan akan pandangan mereka dan sebagai argumen tambahan saat berusaha meyakinkan orang lain atas pandangan mereka. entah itu sudut pandang yang benar atau sudut pandang yang salah.


Dan karena dari kedua pendukung produk tersebut tidak ada yang mau untuk melihat dari sudut pandang lain, maka yang terjadi sekarang adalah saling menyerang atau menjelek-jelekkan. bukan hanya produk lain dan pendukungnya saja yang di jelek-jelekkan, tapi yang lebih parah lagi adalah alasan pendukung untuk memilih produk lain tersebut juga ikut di salahkan. seperti yang sudah di singgung diatas, sebenarnya mereka mau membenar-benarkan produk pilihannya atau saling menjelek-jelekkan pendukung satu dengan lainnya, itu tidak akan merubah pendukung produk A untuk berpindah mendukung Produk B atau sebaliknya.


Dan yang menjadi kesalahan sekarang adalah ketika orang yang belum menentukan pilihannya untuk memilih produk A atau produk B ikut di serang, di jelek-jelekkan atau disalahkan karena dianggap tidak satu sudut pandang dengannya. padahal jumlah pendukung produk keduanya yang tidak mengalami kenaikkan itu sangat tergantung dari jumlah orang yang belum menentukan pilihannya tersebut. kelompok pendukung yang mendapatkan tambahan pendukung dari orang yang belum menentukan pilihan pasti akan menjadi pendukung terbanyak dan produk yang didukungnya akan menjadi produk yang pemilihnya paling banyak. tapi, karena orang-orang yang belum menentukan pilihan tersebut ikut ditarik ke dalam perseteruan kedua pendukung, maka orang-orang yang belum menentukan pilhan tersebut yang sebelumnya menentukan pilihan dari baik dan tidaknya produk menjadi berubah.sekarang mereka menentukan pilihan dari baik dan tidaknya pendukung dari kedua produk tersebut. dan mereka memilih produk tersebut dilakukan bukan untuk mendukung produk tersebut, tapi untuk memberi pelajaran kepada pendukung yang tidak baik karena ikut menjelek-jelekkan atau menyalahkan mereka yang sudah jelas-jelas bukan dari pendukung produk lawannya (gregeten). dan nanti produk yang akan menjadi produk dengan pemilih terbanyak adalah produk yang pendukungnya tidak menjelek-jelekkan orang yang tidak satu sudut pandang dengan pendukung produk mereka.


Benar dan tidaknya sudut pandang itu tidak akan menjadikan produk menjadi produk dengan pemilih terbanyak. Mau sudut pandang itu benar dan baik kalau jumlah pendukungnya kalah banyak dari jumlah pendukung yang sudut pandangnya salah dan jelek, maka produk tersebut akan kalah. Begitu sebaliknya, mau sudut pandang itu salah dan jelek, kalau jumlah pendukungnya lebih banyak dari jumlah pendukung yang sudut pandangnya benar dan baik, maka produk tersebut akan menjadi pemenang.

SHARE:

Comments

Recent Posts

MENGHALAU PEMIKIRAN RADIKAL PADA ROHIS SMA

MENGHALAU PEMIKIRAN RADIKAL PADA ROHIS SMA

Hasil riset yang diselenggarakan oleh Kemenag dan Wahid Foundation terhadap 1600 pengurus Rohis tingkat SMA menunjukkan bahwa 75% setuju tegaknya Khilafah dan sebanyak 60% mengaku siap untuk ikut

Yang Lebih Baik Itu Banyak, Yang Terbaik Itu Satu

Yang Lebih Baik Itu Banyak, Yang Terbaik Itu Satu

Pada dasarnya setiap orang itu punya barometer sendiri-sendiri dalam memilih suatu hal. Tapi kita juga bisa menentukan pilihan dengan melakukan perbandingan. Perbandingan mungkin

Makanlah di Warung Yang Ada Daftar Harganya

Makanlah di Warung Yang Ada Daftar Harganya

Papan himbauan yang ceplas-ceplos di simpang lima semarang

Barongan Kancing

Barongan Kancing

Saiki Blora rame yo lur nyenengke ati. ono hiburan barongan , batik dll.aku kok dadi Kelingan jaman Jembatan pasar nduwur ijeh ono tulisane ajinomoto seng ono neng buku

Mudiklah, Kepulanganmu Tak Tergantikan

Mudiklah, Kepulanganmu Tak Tergantikan

Mungkin judul diatas sedikit egois atau seakan-akan tidak mengerti keadaan orang-orang yang berkeinginan untuk mudik tapi tidak bisa mudik (semoga ada jalan untuk mudik).

Blora dan Ubet-nya

Blora dan Ubet-nya

Banyak orang-orang Blora yang merantau ke luar kota dengan tujuan mengumpulkan modal untuk membuka usaha di Blora. yang jadi pertanyaan, apakah menurut mereka peluang membuka

Nguk

Nguk

Disini itu tidak ada "nguk" seperti dikampungku saat waktu buka puasa."nguk" itu sirine yang menandakan waktu buka puasa telah tiba. mungkin dulu asal usul nguk itu terjadi

Angel Olehe Mbatin

Angel Olehe Mbatin

A : Wayah riyoyo wes ora cekelan duwek, mbarengi wayah unggah-unggahan cah sekolah kok krungu ono wong nemu dompet ono duwek'e, KTP, sak ATM'e seng pin'e podo karo tanggal