Orang Yang Lupa Asal Usulnya, itu Bagaikan ASU Lupa KIRIKnya

Orang Yang Lupa Asal Usulnya, itu Bagaikan ASU Lupa KIRIKnya

  • 2017-04-15 18:00:59
  • 3026

"Siapa namaku, dari mana aku berasal, dan mengapa aku bisa berada disini?" adalah contoh pertanyaan sederhana untuk mengingat kembali asal usul kita.
Lupa akan asal usul ini bukan berarti hanya seseorang yang berasal dari desa dan pergi ke kota, menjadi kaya atau memiliki jabatan tinggi, dan kemudian lupa daratan. tetapi seseorang yang lupa kepada orang yang pernah menolongnya setelah mendapat kesenangan juga termasuk orang yang lupa asal usulnya atau ASU lupa KIRIKnya. asu yang lupa masa masa saat masih menjadi kirik.

Lebaran taun kemarin ketika saya sedang menikmati krupuk sambel di alun-alun blora, tak sengaja saya bertemu orang-orang yang merantau yang saat itu sedang pulang kampung ke Blora (ngapain) dan mereka sedang mengadakan ngumpul-ngumpul di alun-alun (boso saiki: kopdar). cara berpakaian mereka sudah tidak seperti cara berpakaian orang Blora. ada yang pake slayer, pake syal, pake kacamata ala syahrini dan ada juga yang pake sepatu. batinku "eh iyo, neng alun-alun ae ndadak sepatunan". dan yang paling mencolok dari mereka adalah ketika mereka berbicara, logat sama dialeknya sudah berubah bahkan cenderung menggunakan bahasa Indonesia dengan bumbu "lo" "gue". saya sendiri tidak tau pasti mengapa mereka menggunakan bahasa lain di kota kelahirannya sendiri padahal sangat disayangkan kalau dialek Blora sampai dilupakan, karena dialek Blora itu dialek yang khas dan hanya orang Blora yang menggunakannya.

nek misale mok logat tok seng berubah sih gak masalah, tapi nek boso jowo ae nganti wes lali, berarti wes dadi ASU seng lali KIRIK'e.

Logat memang hal yang paling susah untuk tidak berubah ketika kita merantau apalagi merantaunya sudah ber tahun-tahun. tapi melupakan budaya dan tata cara bermasyarakat daerah kita berasal itu yang tidak baik. Bolehlah kita saat diperantauan kita mengikuti tata cara dan arus masyarakat di sana, kalau kata orang minang, "dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung". tapi ketika balik kampung, kita juga harus kembali ke tata cara masyarakat daerah dimana kita dilahirkan. jangan menggunakan gaya orang kota di kampung.

Kalau kata teman saya, "boleh mengikuti arus, tapi jangan terbawa arus".

SHARE:

Comments

Recent Posts

Barongan Kancing

Barongan Kancing

Saiki Blora rame yo lur nyenengke ati. ono hiburan barongan , batik dll.aku kok dadi Kelingan jaman Jembatan pasar nduwur ijeh ono tulisane ajinomoto seng ono neng buku

Wudlu Pria

Wudlu Pria

"WUDLU PRIA" sebuah tulisan unik yang menarik perhatian saya

Pola Pikir Yang Belum Bisa Mengikuti Arus Sosial Media

Pola Pikir Yang Belum Bisa Mengikuti Arus Sosial Media

Di warung kopi, kedua teman saya sedang berdebat mengenai film kartun "Masha And The Bear" yang lagi viral karena di posting seseorang di facebook. yang satu berpendapat kalau

Blora itu Seperti Secangkir Kopi.Sedikit Pahit,Tapi Menyegarkan

Blora itu Seperti Secangkir Kopi.Sedikit Pahit,Tapi Menyegarkan

Blora adalah kota kecil yang terletak di perbatasan jawa tengah dengan jawa timur, tapi masih masuk wilayah jawa tengah.Mungkin banyak yang belum tahu atau belum menyadari kalau sebenarnya Blora

Yo Mboh Yo

Yo Mboh Yo

Atiku bungah sak bungah-bungahe pas krungu nek neng MblorO arep di bangun pabrik. mungkin mergo wes saking suwene olehku ngrantau, dadi pas ono berita arep dibangun pabrik

Polisi Golek Golek

Polisi Golek Golek

Adi ditilang polisi lalu lintas karena tidak memakai helm saat melintasi jalan pemuda, padahal dia hanya ingin membeli pulsa yang jaraknya hanya 1 km dari rumahnya, akhirnya

MENGHALAU PEMIKIRAN RADIKAL PADA ROHIS SMA

MENGHALAU PEMIKIRAN RADIKAL PADA ROHIS SMA

Hasil riset yang diselenggarakan oleh Kemenag dan Wahid Foundation terhadap 1600 pengurus Rohis tingkat SMA menunjukkan bahwa 75% setuju tegaknya Khilafah dan sebanyak 60% mengaku siap untuk ikut

Sampai Jumpa Blora

Sampai Jumpa Blora

Sudah sepuluh tahun lebih aku merantau meninggalkan Blora hanya untuk mencari jati diri yang sebenarnya.Dan Entah sudah berapa kali ak pulang kampung, tapi perasaan saat